Saturday, 21 September 2019

Harga Sawit Anjlok, Bamsoet Dorong Kemendag Cari Solusi

Senin, 26 November 2018 — 15:00 WIB
dokumentasi

dokumentasi

JAKARTA – Anjloknya harga beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang mencapai Rp600-880/kg,  menyebabkan pekerjaan panen dan perawatan kebun sawit berkurang hingga berhenti. Bahkan,  industri kelapa sawit berpotensi melakukan efisiensi pengurangan tenaga kerja akibat rendahnya harga kelapa sawit dan stok minyak yang melimpah.

“Mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mencari solusi guna meningkatkan harga kelapa sawit baik harga beli TBS ataupun minyak kelapa sawit, serta melakukan antisipasi harga minyak sawit yang turun akibat dampak perang dagang Amerika Serikat dan China serta bea masuk ekspor ke India yang naik hingga 57 persen,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo, Senin (26/11/2018).

Terkait itu, Bamsoet pun  mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) untuk terus memberikan bimbingan kepada perusahaan dan petani kelapa sawit, mengenai tata cara pengolahan kelapa sawit yang sesuai standar serta memastikan kualitas minyak sawit Indonesia sesuai dengan standar internasional dan mampu bersaing dengan minyak sawit produksi negara lain.

“Mendorong Kemendag untuk melakukan promosi baik minyak mentah ataupun olahan kelapa sawit produksi Indonesia, serta meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara lain untuk menyerap minyak sawit produksi Indonesia,” katanya.

Selain itu paparnya, mendorong Kementerian ESDM untuk segera mengefektifkan pelaksanaan program Biodiesel 20% atau B-20 guna memaksimalkan penyerapan minyak sawit dalam negeri yang saat ini memiliki stok melimpah. (rizal/mb)