Thursday, 13 December 2018

Marah Anak Tiri Tak Pulang Ternyata Bapak Ketagihan

Kamis, 29 November 2018 — 8:15 WIB
dia-29

MARAH tak dilayani istri itu wajar. Tapi jika marah tak dilayani urusan ranjang oleh anak tiri, itu kurang ajar. Kemino, 44, warga Gunung Kidul ditangkap polisi, gara-gara delapan tahun menggauli anak tirinya, Susanti, 22. Skandal ini baru terungkap ketika Kemino marah-marah gara-gara ketagihan.

Lagi-lagi bapak tiri jadi predator rumahtangga. Sudah ada istri yang halalan tayiban wa asyikan, masih ada saja suami yang justru mengincar gadis bawaan istrinya. Dia pikir, yang emak-emak saja enak, apa lagi yang masih anak-anak. Dan ternyata, lelaki model beginian selalu ada di setiap penjuru daerah. Iman rupanya kalah sama si “imin” yang ingin selalu nylekamin (enak).

Kemino wara Gunung Kidul, sudah satu dekade menikah dengan janda Purwani, 44. Dari perkawinan itu lahir beberapa anak. Tapi hal itu rupanya tak membuat Kemino bahagia. Dia justru merasa jenuh di rumah sendiri. Kemino rupanya ingin penyegaran, tapi tidak cukup dengan minum es degan.

Rupanya dia mengincar anak tiri, bawan istrinya. Ketika Susanti usia SD, Kemino memang tak punya perasaan apa-apa. Tapi setelah anak tiri duduk di bangku SMP, yang makin gede dan bodinya duile….., setiap melihat Susanti ukuran celananya mendadak berubah. Sejak itu Kemino jadi lelaki cendek-awan, bila siang pendek, tapi malam hari modod memanjang.

Kemino memang ingin mencicipi tubuh mulus Susanti. Wong ibunya yang sudah emak-emak saja enak, apa lagi anaknya. Dan di kala rumah sepi, pelajar kelas II SMP itu berhasil digagahinya dengan sedikit ancaman. “Kalau tak mau melayani, aku tak mau biayai sekolahmu,” kata Kemino, dan Susanti pun bertekuk lutut berbuka paha.

Sejak itu Kemino jadi ketagihan. Ibarat makan jagung, biasanya hanya jagung model kampung, sekarang dapat jaguh manis nan gurih. Maka setiap kondisinya mantap terkendali, Susanti pasti dipaksa melayani. Hal itu terus berlangsung sampai Susanti masuk perguruan tinggi. Tapi anehnya, anak tiri itu tak sampai hamil. Jangan-jangan Susanti punya ajian Lembu Sekilan.

Karena kesibukan kuliah, Susanti belakangan jarang bisa melayani ayah tirinya. Bahkan beberapa hari lalu tidak pulang-pulang karena ada urusan studi di Bantul. Di sinilah Kemino mulai nyap-nyap. “Arep dadi cah ucul, lelungan ora mulih-mulih (mau jadi anak liar, pergi tak kunjung pulang,” omel Kemino.

Sang istri sama sekali tak tahu apa penyebab kemarahan Kemino, kok sampai segitunya. Baru setelah Susanti pulang dan mendengar keluhan ibunya, mahasiswi berani buka kartu bla bla bla…… Tentu saja Ny. Purwani terbelalak, jadi selama 8 tahun akannya dijadikan budak seks suami.

Langsung saja Kemino dilaporkan ke polisi dan ditangkap. Dalam pemeriksaan lelaki ini mengaku hanya 8 kali menggauli anak tirinya. Tapi jika ditilik dari kurun waktunya, sangat tidak masuk akal. Sebab setiap rumah sepi, Kemino pasti blusukan ke kamarnya, minta dilayani.

Blusukan ke kamar, nggak takut dituduh pencitraan? (Gunarso TS)