Thursday, 13 December 2018

Tidak Setuju Digugat Cerai Bang Toyib Membakar Istri

Jumat, 30 November 2018 — 7:21 WIB
dibakar

PUNYA suami hanya status, tapi tak pernah diurus, apa enaknya? Makanya Ny. Halimah, 35, dari Sulsel ini menggugat cerai suaminya, Fadli Hamzah. Tapi rupanya “Bang Toyib” generasi baru itu menolak. Karena istri penganut madzab “al-ngeyeliyah”, Fadli Hamzah jadi kalap dan istri dibakar kayak singkong.

Biar hidup miskin, jika suami bertanggungjawab pada keluarga, istri pastilah tetap nyaman dalam rumahtangga. Tapi tak semua wanita mengalami seperti itu. Kebanyakan, sudah hidup miskin, suami malah jadi Bang Toyib alias jarang pulang. Pulang-pulang hanya mau setor bonggol bukan benggol. Mana istri tahan dibegitukan, jika hidup hanya untuk begituan?

Ny. Halimah warga Tanete Rilau, Kabupaten Barru, tak pernah membayangkan punya suami model Fadli Hamzah. Titel S.Sos yang dimiliki suami, tak bisa menjamin secara ekonomi. Katanya sarjana sosial, nasibnya malah sial banget, cari kerja permanen tak pernah dapat. Jadi lelaki golongan cendek-awan (pendek di siang hari), Fadli Hamzah, malah kerjanya ngelayap melulu. Lha kalau pas panjang di malam hari, siapa yang jadi obyeknya?

Mending kalau pulangnya bawa uang selalu. Yang sering terjadi, tangan hampa, kantong bolong alias tak bawa apa-apa. Ironisnya, setoran benggol nihil, tap bonggolnya harus terjamin. Jika tak menyadari itu sudah kewajiban istri, Halimah ogah melayani. Tapi ya itu tadi, karena dalam kondisi kesal, istri Fadli Hamzah ini sering tidak fokus, meski belum gagal fokus.

Tapi makin ke sini Fadli Hamzah makin ngaco. Bila sebelumnya pergi melulu, sekarang malah jarang pulang, menduplikasi kinerja Bang Toyib. Pulang-pulang dengan tangan hampa, lalu anak istrinya disuruh makan apa? Untung masih ada BLT dari mertua Fadli, ya orangtua Halimah sendiri.

Lebih menyakitkan, sudah jarang pulang, jarang bawa uang, tapi Fadli Hamzah pemberang, suka main pukul. Karena tak ada yang bisa diharapkan dari suami, akhirnya Halimah mengajukan gugatan cerai. Tapi Fadli Hamzah tak pernah mau melayani, dengan alasan kasihan anak-anak.

Ternyata Halimah ini penganut madzab “al-ngeyeliyah”. Asal suami pulang selalu minta cerai, dan beberapa hari lalu tahu-tahu Fadli Hamzah dipanggil kantor Pengadilan Agama sehubungan dengan gugatan cerai Halimah. Langsung naik pitamlah dia. Tahu-tahu ambil bensin, istri disiram byurrr dan dilempar geretan, ya terbakarlah. Dalam kondisi luka parah macam bakaran singkong setengah mateng, Halimah dilarikan ke rumah sakit, sementara Fadli Hamzah melarikan diri.

Dulu Bang Toyib, kalau ketangkep jadi Bang Napi. (Gunarso TS)