Sunday, 21 July 2019

Gara-Gara HP Bini Tercecer Ketahuan Punya Banyak PIL

Sabtu, 1 Desember 2018 — 8:04 WIB
ganti

ESTI , 40, masih kelihatan cantik meski sudah emak-emak. Sayangnya, kecantikan itu bukan milik suami, tapi sudah jadi milik publik. Dia punya banyak PIL berbayar. Broto, 46, sebagai suami baru tahu kelakuan istrinya saat HP Esti tercecer. Begitu dibuka, busyet …. isinya SMS janjian sama banyak lelaki.

Kaum perempuan sudah biasa menganggap benggol (uang) itu sebagai panglima, sehingga orang Jawa punya ungkapan: wong wedok kuwi Gusti Allahe dhuwit, Nabine jarit (kain). Tapi ternyata banyak pula wanita yang berpanglima pada bonggol. Biarpun suami banyak duit, tapi karena sudah tidak rosa-rosa macam Mbah Marijan, akhirnya memelihara PIL untuk memuaskan rasa dahaga dalam asmara.

Esti warga kota Solo, sebetulnya secara materi cukup. Dia sendiri bekerja jadi PNS suaminya juga wong bayaran (punya gaji). Sayangnya dia tak memperoleh kepuasan batin karena suami sudah loyo, padahal usia belum kepala lima. Padahal Esti, meski usia sudah emak-emak, gairahnya masih tinggi juga, minimal masih 220 volt. Dia masih membutuhkan kehangatan malam secara berkesinambungan.

Untuk menjawab tuntutan nafsunya, dia mencari penyaluran lewat jalur independen. Karena penampilannya masih oke, biar emak-emak masih enak, langsung saja dapat gebedan baru. Setelah membangun koalisi, langsung saja eksekusi. Tapi ternya PIL perdana ini kinerjanya mengecewakan, kayak iklan TV saja, durasinya pendek sekali. Langsung diputus, ganti yang lain, tapi prestasinya masih juga di bawah standar.

Demikianlah, Esti terus berburu PIL paketan. Bersama dengan itu Esti juga berulangkali minta bercerai dari Broto. Tapi suami selalu menolak dengan alasan, kasihan anak. Jangan sampai dia jadi korban hanya karena egoisme orangtuanya. Dia kan tidak minta dilahirkan, dia ada kan karena “keisengan” orangtuanya semata.

Beberapa waktu yang lalu Broto menemukan HP istrinya ketinggalan di rumah. Begitu dibuka, ya ampuuun……, isinya banyak kata-kata mesra dari lelaki yang nomer HP-nya berbeda-beda. “Kurang ajar, jadi selama ini saya hanya dapat barang restan?” maki Broto berkepanjangan.

Di situ juga ditemukan SMS janjian bahwa mau ketemu di hotel. Langsung saja Broto memonitor situasi hotel itu, untuk mengetahui siapa lelaki yang diajak kencan istrinya. Ternyata benar, tak lama kemudian Esti cek ini bersama seorang lelaki yang Broto tidak kenal. Begitu mereka masuk kamar, Broto pun lapor bagian resepsionis.

Penggerebekan pun segera dilakukan. Ibarat orang mau menyanyi, baru ambil suara do do mi sol re…..tahu-tahu Broto masuk bersama Satpam hotel. Esti tak berkutik karena tertangkap basah. Keduanya segera digelandang ke Mapolresta Solo. “Saya mencoba sabar, karena ingat anak. Tapi sekarang, ilang-ilangan bojo siji…” kata Broto kesal, maksudnya Esti hendak segera diceraikan.

Suami kasihan anak, istri hanya mau mencari enak. (*/Gunarso TS)