Thursday, 17 January 2019

Liverpool Tekuk Everton 1-0 Klopp Ikut Selebrasi ke Lapangan

Senin, 3 Desember 2018 — 5:40 WIB
Jurgen Klopp berlari ke lapangan ikut merayakan gol Liverpool (reuters)

Jurgen Klopp berlari ke lapangan ikut merayakan gol Liverpool (reuters)

INGGRIS- Secara dramatis akhirnya Liverpool berhasil menekuk tim se-kotanya Everton 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Senin (3/12/2018) dinihari lewat gol di mana injury time babak kedua lewat gol Divock Origi.

Bahkan lantaran terlalu emosional, pelatih Jurgen Klopp berlari ke lapangan meluapkan kegembiraannya dalam melakukan selebrasi sambil memeluk penjaga gawang Alisson. Merasa tidak etis lalu manajer asal Jerman itu minta maaf

Tidak itu saja, kemenangan ini juga membuat Liverpool terus menjaga jarak dengan Manchester City yang masih tetap mengusai puncak klasemen. Liverpool kini berada di peringkat kedua mengemas nilai 36 berjarak dua dengan Man City.
Sedangkan bagi Everton kekalahan ini membuat mereka masih tertahan di peringkat enam dengan nilai 22.

Liverpool yang berlaga dengan membawa hawa marah karena takluk dari Paris Saint Germain di Liga Champions sejak menit awal langsung menyerbu pertahanan Everton. Laga bertajuk Derby Merseyside memang menampilkan permainan seru. Sejak dahulu kala kedua tim selalu ingin menunjukkan siapa yang terbaik di Kota Liverpool.
Sepanjang pertandingan, Liverpool lebih mendominasi. Catatan yang ada The Reds unggul penguasaan bola dengan 58-42 dengan melepaskan 16 percobaan meski hanya empat yang mengarah ke gawang. Sedangkan Everton menciptakan sembilan percobaan, yang tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Meski hanya tim tamu Everton lebih dahulu menancam gawang Liverpoo menit keempat, sayang sundulan Yery Mina melenceng dari gawang Alisson Becker.

Menit ke-12 giliran Liverpool yang mengancam. Mohamed Salah menerima operan Andrew Robertson di tepi kotak penalti, yang diteruskan Sadio Mane dengan tembakan kaki kiri. Bola melambung tinggi dari gawang Everton.

Sembilan menit kemudian, Everton kembali merepotkan Liverpool. Liverpool mesti melakukan sapuan tepat di garis gawang, untuk menghalau bola rebound hasil sundulan Andre Gomes yang mengarah tepat di badan Alisson.

Liverpool terus menyerang dan memaksa kiper Pickford melakukan penyelamatan gemilang setelah Xherdan Shaqiri dalam posisi satu lawan satu dengan Pickford namun kiper Everton itu dengan tenang sukses memblok sepakan Shaqiri.

Everton giliran mengancam lewat Theo Walcott terbebas ke arah gawang usai menerima umpan Gylfi Sigurdsson. Walcott mengitari Alisson, tapi si kiper Brasil mampu menghentikan momentumnya. Babak pertama berakhir, skor masih 0-0.

Babak pertama Liverpool terus menebar ancaman. Namun usaha mereka serin terbentur pemain-pemain belakang Everton yang disiplin menjaga wilayahnya.

Banyak peluang yang tercipta seperti ketika Sandio Mane membuang peluang emas. Diawali dari perampasan bola di area tengah lapangan, Mane melepaskan diri dari kawalan Seamus Coleman. Di dalam kotak penalti, Mane, yang dikawal Michael Keane gagal melakukan penyelesaian dengan sempurna di dekat tiang gawang.

Liverpool akhirnya memecah kebuntuan di penghujung pertandingan, yang terbantu dengan blunder Pickford. Dari sepakan voli Van Dijk, bola meluncur ke sudut atas gawang Everton. Pickford gagal mengantisipasi bola dengan sempurna sehingga bergulir di area mistar sebelum jatuh ke bawah dan disambar Origi dari jarak dekat.
Selepas gol tersebut Klopp secara emosional meluapkan kegembiraannya dalam melakukan selebrasi hingga memasuki lapangan dan memeluk penjaga gawang Alisson.
Dan dalam wawancara setelah pertandingan, sang juru taktik asal Jerman mengakui bahwa sikapnya sudah melampaui batas.

“Yang pertama, saya harus meminta maaf karena memasuki lapangan,” tutur Klopp kepada BBC Sport. “Saya meminta maaf seketika kepada Marco Silva, saya tidak bermaksud merendahkan lawan.”

“Rasa hormat saya kepada Everton tidak bisa lebih besar setelah pertandingan itu. Kami tahu betapa kuatnya mereka, tapi hari ini mereka sangat kuat dan sulit untuk dihadapi dengan cara mereka bermain.” (b)