Sunday, 16 December 2018

OP Upaya Stabilkan Harga Pangan

Senin, 3 Desember 2018 — 7:19 WIB

BAGAI sudah menjadi tradisi, menjelang hari besar baik itu Lebaran, Natal, maupun Tahun Baru, barang kebutuhan hidup naik. Kini, meski Natal dan Tahun Baru terhitung masih 22 hari lagi, harga bahan pangan sudah mulai merangkak.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga bahan pangan, misalnya beras naik. Beras kelas premium seperti jenis IR 643 yang sebelumnya Rp8.700 kini dijual Rp9.225/kilogram.
Merangkaknya harga beras tentu saja membuat ibu rumah tangga mengeluh, karena kesulitan mengatur uang belanja. Mereka berharap pemerintah pusat atau Pemprov DKI Jakarta segera menstabilkan harga bahan pangan itu.

Bila hari besar saja masih jauh, tetapi harga beras sudah naik, dikhawatirkan pas mendekat Natal dan Tahun Baru makin meroket. Lebih parah lagi biasanya kenaikan bahan pangan yang satu akan disusul barang kebutuhan hidup yang lain.

Melihat fakta ini, Pemprov DKI Jakarta cepat tanggap. Melalui PT Food Station Tjipinang segera menggandeng Perum Bulog untuk persiapan Operasi Pasar (OP). Gubernur Anies Baswedan pun sudah berkirim surat ke Kementerian Perdagangan untuk menggelontorkan beras melalui OP.

Tak kurang 2.700 ton beras disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengguyur pasaran. Langkah ini dilakukan guna menekan harga beras serta memenuhi kebutuhan warga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Respon cepat Pemprov DKI Jakarta seputar OP disambut positif warga, terutama ibu rumah tangga yang belakangan ini mengeluh dengan bergejolaknya harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Lazimnya hukum pasar, bila permintaan tinggi dipastikan berpengaruh dengan harga. Sesuai dengan ilmu ekonomi, terori penawaran dan permintaan (supply and demand) selalu muncul dalam hukum pasar.

Supply and deman adalah gambaran atas hubungan antara calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar.

Merujuk hukum pasar maka dengan adanya OP yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dipastikan berpengaruh dengan harga beras. Kenapa? Karena dengan berlimpahnya beras setidaknya bisa secara linier membuat harga pangan yang satu ini bisa terkendali.

Lebih penting lagi dengan berlimpahnya beras dan jenis sembako lain membuat ruang gerak mafia pangan makin sempit. Dengan demikian, semoga saja harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru tetap stabil. @*