Thursday, 19 September 2019

Timses Jokowi Temukan Indikasi Pelanggaran Kampanye Pada Reuni 212

Senin, 3 Desember 2018 — 15:45 WIB
Direktur Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan (tengah). (ikbal)

Direktur Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan (tengah). (ikbal)

JAKARTA – Tim Kampanye Joko Widodo – Ma’ruf Amin menemukan beberapa indikasi bahwa Reuni  212 mengandung unsur pelanggaran kampanye Pemilu.

Direktur Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan mengatakan indikasi pertama terjadinya pelanggaran adalah seruan ‘ganti presiden’ dan arahan untuk memilih calon preaiden hasil ijtima ulama. Diketahui, ijtima ulama GNPF memberi dukungan kepada Prabowo Subianto.

“Pertama adanya nyanyian presiden bohong. Kedua, nyanyian dan teriakan ganti presiden dan pernyataan dari Habib Rizieq sendiri. Justru saya melihatnya sangat tendensius, karena sudah mengatakan mengarahkan memilih presiden dari ijtima ulama kan. Nah itu kan jelas sebuah ajakan, seruan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (3/12/2018).

Indikasi kedua, lanjut Ade adalah pemutaran lagu yang dinilai mendiskreditkan Jokowi. Diketahui usai rekaman pidato Habib Rizieq Shihab diperdengarkan, terdengar lagu yang menggambarkan Jokowi sebagai pembohong.  Menurut Ade, lagu tersebut mengandung unsur penghinaan. Dia menyayangkan panitia Reuni 212 yang tidak mencegah hal itu terjadi.

“Apakah bukan sebuah bentuk mengandung unsur penghinaan ataupun sara dan mencela? Kenapa terjadi lagu itu, itu terjadi proses pembiaran dari panitianya. Nah ini yang kita aneh juga. Padahal sudah diingatkan tentang tata caranya kalaupun mau melakukan reuni tidak boleh melakukan orasi yang sifatnya mengandung unsur sara,” terangnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah (ACTA) itu mengungkapkan indikasi lain yang terlihat sebagai sebuah pelanggaran pemilu adalah orasi dari Tengku Zulkarnaen. Dia menyebut Zulkarnaen telah memprovokasi peserta 212 melalui orasinya.

” Itu kan artinya menafikan juga memberikan provokasi juga, dia bilang jalan tol dulu jaman Belanda, itu kan dia mencoba untuk menyampaikan kepada publik Presiden Jokowi itu tidak lebih baik, itu kan memberikan semacam pengaruh kepada yang hadir di situ dalam hal ini presiden jokowi tidak lebih baik. Ada kalimat yang implisit lah dari sebuah pernyataan Tengku Zulkarnaen,” imbuhnya.

Meski menemukan indikasi pelanggaran pemiliu dalam Reuni 212, Ade mengatakan tidak akan gegabah dengan langsung membuat laporan kepada Bawaslu. Timnya akan melakukan investigasi lebih mendalam sebelum memutuskan membawa ke meja aduan.

“Kami juga enggak mau terlalu emosional terlalu gegabah untuk melakukan pelaporan. Kami sangat hati-hati karena nanti jika ini nanti muncul sebagai sebuah laporan ini pasti macam-macam (anggapan) orang yang bagaimana lah, dibenturkan dengan sebuah ketidaksukaan acara agama,” pungkas Ade. (ikbal/tri)