Monday, 27 May 2019

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

Rabu, 5 Desember 2018 — 22:17 WIB
Gedung KPK. (ist)

Gedung KPK. (ist)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Bengkalis, Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar, Rabu (5/12/2018). Kedua tersangka kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau, itu ditahan di rumah tahanan negara (Rutan) berbeda.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, M Nasir ditahan di rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Sedangkan Hobby ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

“KPK melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap dua tersangka di kasus Bengkalis,” kata Febri.

Diketahui, kedua tersangka itu ditahan usai menjalani pemeriksaan. Mengenakan rompi tahanan KPK, Hobby keluar sekitar pukul 20.30 WIB, menyusul kemudian Nasir.

Tak banyak komentar yang mereka sampaikan, Hanya saja, Hobby mengaku masih bingung dengan status tersangka yang menjeratnya. “Saya enggak kenal bupati, saya nggak kenal DPRD, makanya saya bingung kok saya yang jadi tersangka,” katanya, sambil terus berjalan digiring ke mobil tahanan KPK.

Terkait kasus ini, KPK pun telah mencegah Bupati Bengkalis, Amril Mukminin bepergian ke luar negeri. Surat rekomendasi pencegahan tersebut dikirimkan KPK kepada Dirjen Imigrasi tertanggal 13 September 2018.

(BacaKPK Dalami Asal-Usul Uang Rp1,9 Miliar Dari Rumah Bupati Bengkalis)

Sejauh ini, dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015, KPK baru menetapkan Muhammad Nasir, dan Hobby Siregar.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Adapun indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp80 miliar. (*/ys)