Sunday, 16 December 2018

Memaknai “Kita Maju Bersama”

Rabu, 5 Desember 2018 — 4:35 WIB

ISTILAH “Maju bersama” belakangan ini sedang populer dibicarakan warga Jakarta menyusul penamaan lahan hasil reklamasi. Sebelumnya lahan reklamasi di pesisir utara Jakarta disebut Pulau C, D dan G.

Guna penataan lebih lanjut, Guernur Anies Baswedan mengganti nama Pulau C menjadi Pantai Kita, Pulau D menjadi Maju dan Pulau G diganti menjadi Bersama. Lengkaplah ketiga pulau tersebut berubah nama menjadi Pantai Kita Maju Bersama.

Perubahan nama itu bukannya tanpa alasan. Pulau reklamasi itu sejatinya merupakan daratan, pantai laut yang yang diurug menjadi daratan. Bukan merupakan pulau tersendiri. Masyarakat yang datang ke situ bukan pergi ke pulau, tapi ke pantai kita. Sedangkan ‘maju bersama’ tentu mengacu kepada slogan program pembangunan untuk kemajuan bersama, bukan kemajuan orang perorangan. Begitu juga pemanfatan daratan hasil reklamasi nantinya.

Konsep maju bersama juga diterapkan pada penamaan taman – taman yang ada di Jakarta.
Tahun ini misalnya Pemerintah Provonsi DKI Jakarta akan membangun tujuh Taman Maju Bersama di sejumlah wilayah sebagai pengembangan Ruang Terbuka Hijau ( RTH).

Tahun depan menyusul 50 taman dengan target selama era kepemimpinan Gubernur Anies akan terbangun 210 Taman Maju Bersama dengan anggaran setiap taman antara 1 hingga 2 miliar rupiah.

Membangun taman, menata sungai, waduk dan situ perlu diapresiasi mengingat manfaat yang didapat bukan sekadar menampilkan keindahan, keasrian dan kecantikan wajah ibu kota. Tetapi yang lebih utama adalah memperbanyak daerah resapan air dan tempat penampungan air sebagai upaya mencegah banjir di musim hujan dan sember pasokan air bersih di musim kemarau.

Apalagi jika dipadukan dengan konsep yang menekankan kemajuan bersama dalam memberi ruang interaksi kepada publik. Makna maju bersama, dimaksudkan pula sebagai kebijakan yang melibatkan masyarakat dalam menentukan fasilitas pantai, taman, waduk atau situ. Sebab, masyarakatlah yang lebih memahami fasilitas apa yang dibutuhkan.

Hal lain, sebaik dan selengkap apa pun pantai dan taman dibangun, sebagus apa pun penataan telah dilakukan, kembali kepada sejauh mana pemanfaatannya. Kita berharap jangan sampai fasilitas publik yang sudah dibangun dengan dana yang tidak sedikit, sangat minim aktivitas.
Tak kalah pentingnya perawatan. Di sinilah peran serta masyarakat memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas publik dan ikut bersama menjaganya. Itu pula makna kita maju bersama. (*)