Thursday, 13 December 2018

Pemerintah Getol Bangun Papua Kenapa OPM Terus Mengganggu?

Rabu, 5 Desember 2018 — 6:59 WIB
opm

BARU saja insiden pengibaran bendera Bintang Kejora di Surabaya selesai, muncul aksi teror OPM di Nduga, Papua. Sebanyak 31 pekerja kontraktor di Trans Papua tewas ditembak. Presiden Jokowi tegaskan, meski ada teror, pembangunan di Papua jalan terus. Kenapa OPM terus mengganggu? Sejak Mei 1963 Papua adalah resmi wilayah RI.

Penyerahan Kedaulatan RI dari Belanda pada 27 Desember 1949, belumlah termasuk Irian Barat (sekarang Papua), karena Belanda masih pinjam sementara wilayah itu sampai pemindahan penduduknya ke Nederland selesai. Tapi ternyata Belanda yang terkenal licik itu menunda-nunda, sehingga setelah melalui perjuangan Trikora, 1 Mei 1963 Irian Barat resmi kembali jadi wilayah NKRI.

Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) tahun 1969 semakin meneguhkan keutuhan NKRI, karena penduduk wilayah itu memilih bergabung dengan RI. Celakanya, sebelum penyerahan Irian Barat 1 Mei 1963, Belanda diam-diam telah mempengaruhi rakyat setempat untuk merdeka, lepas dari RI. Nah, mereka yang kalah dalam Pepera inilah yang kemudian membentuk perlawanan hingga sekarang, dan dikenal sebagai OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era reformasi, OPM dengan bendera Bintang Kejoranya terus mengganggu bumi Papua secara sporadis. Meski pemerintahan Gus Dur, Megawati, SBY dan Jokowi terus membangun Papua, semangat OPM untuk merdeka tak pernah surut. Berbagai insiden OPM-TNI sering terjadi.

Pemerintahan Jokowi sekarang, semakin mengistimewakan pembangunan Papua, ketimbang wilayah lainnya. Jalur Trans Papua dibangun, menghubungkan kota satu ke kota lainnya. Sampai-sampai ada yang mengkritik, belum ada penduduknya kok dibangun jalan, ya percuma.

Tapi mereka tak tahu juga berterima kasih. Bahkan pernah menantang TNI terang-terangan untuk perang terbuka. Tapi tantangan itu tak pernah diladeni, sampai klimaksnya terjadi kemarin, 31 pekerja kontraktor Istaka Karya yang tengah bangun jembatan di jalur Trans Papua.

Namun demikian Presiden Jokowi tak gentar oleh teror OPM tersebut. Pembangunan di Papua jalan terus. Bila pinjam istilah Bung Karno ketika melawan Nekolim, “Ini dadaku, mana dadamu?” Bahkan Menhan Ryamizard Ryacudu mengancam mereka, “Menyerah atau saya selesaikan?” Maksudnya, dibikin kelar hidup anggota OPM. – gunarso ts