Thursday, 13 December 2018

Tanaman Dimakan Pagar?

Rabu, 5 Desember 2018 — 6:40 WIB
cabul

PAGAR makan tanaman, itu pribahasa lama. Artinya, kita paham semua. Bahwa orang yang seharusnya menjaga, tapi malah merusak yang dijaga? Misalnya, orang dititipi rumah supaya aman dari maling, eh malah dia yang jadi maling? Orang dititipi istri kawan agar dijaga, eh malah ‘dimakan’ ?

Ini kasus sering terjadi. Seperti baru-baru ini seorang gadis berumur 17 tahun diperkosa oleh bapak tirinya, di rumahnya Lampung. Dengan berbagai ancaman, si bapak tiri ini melampiaskan nafsu birahinya. “Kalau ngadu sama ibu, nati Bapak bunuh kau!”,ancam sang ayah.

Tapi, ketika si ayah menggagahi anak tirinya yang ke empat kalinya, kepergok sang istri, yang juga ibu kandung korban. Betapa marahnya sang istri melihat kelakuan bejat suaminya. Anak yang seharusnya dirawat dan dijaga malah dinodai. Ini yang disebut, tanaman dimakan pagar?

Kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan orang dekat bukan berita baru. Sering banget terjadi. Apa penyebabnya? Ya, banyak banget, terutama mereka tinggal dalam satu rumah, yang bisa jadi tempat tinggal mereka sempit, tak memadahi.

Suami menganggur, sehingga istri yang harus keluar rumah bekerja serabutan dengana waktu yang cukup lama.

Sementara sang suami di rumah dengan anak gadis tirinya. Adanya peluang seringnya mereka bertemu sampai timbul hasrat birahi bagi sang ayah tiri yang nggak bisa menahan diri.

Perbuatan bejat bukan saja karena peyebab seperti di atas, ada juga karena dasar si pelaku memang celutak! Kayak kucing, sudah dikasih ikan, eh malah nyolong tulang?

Masalah ini memang sangat memprihatinkan, karena kebanyakan yang terjadi korban adalah mereka wanita yang lemah, di bawah umur yang secara pisik tidak mampu membela dirinya dalam kekerasan seksual tersebut.

Sementara ancaman hukuman tambahan seperti ‘kebiri’, hanya sebatas wacana. Ah, nggak tahulah, kapan korban yang lemah ini bisa terlindungi oleh para pelaku biadab ini! -massoes