Thursday, 13 December 2018

BANI Gelar Seminar Internasional Peningkatan Kerjasama Arbitrase

Kamis, 6 Desember 2018 — 9:45 WIB
M. Husseyn Umar, Chairman BANI membuka semintara internasional di Jakarta.(tri)

M. Husseyn Umar, Chairman BANI membuka semintara internasional di Jakarta.(tri)

JAKARTA – Sambut HUT ke 41, Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) bersama Institut Arbiter Indonesia (IArbI) menggelar Seminar Internasional berema “Meningkatkan Kerjasama Arbitrase Regional : Isu Kini dan Mendatang”.

Ketua BANI Husseyn Umar mengatakan tema HUT kali ini “Kebangkitan Arbitrase Indonesia”.   BANI didirikan KADIN Indonesia pada tahun 1977, arbitrase mulai tampil berperan nyata sebagai forum penyelesaian sengketa, bagi dunia bisnis yang membutuhkan penyelesaian secara cepat di luar pengadilan dan putusannya mengikat bagi para pihak.

“Kebangkitan arbitrase semakin diperkokoh dengan terbitnya Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.   Suatu realita kalau saat ini penyelesaian sengketa Arbitrase diminati para pengusaha,” katanya Rabu (5/12/2019) malam.

Hal yang membuat kalangan bisnis tertarik ke BANI adalah penyelesaian sengketa di BANI dijamin kerahasiaannya, karena diselenggarakan secara tertutup, teratur adminstrasinya dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat, paling lama 180 hari,” ucap Husseyn.

Diungkapkan, seminar Internasional tersebut diikuti pelaku konstruksi, pengacara, mahasiswa, serta pengusaha dari dalam dan luar negeri. “Acara ini juga dihadiri Dewan Pengurus BANI Jakarta beserta perwakilan BANI Surabaya, Bandung, Bali dan lainnya,” kata Ir. H. Agus Kartasasmita, Ketua IArbl.

Di acara tersebut dilangsungkan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara BANI dengan Arbitration Association of Brunei Darussalam (AABD) dalam bidang abitrase.

“Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut merupakan bagian dari belasan perjanjian kerjasama BANI dengan lembaga–lembaga arbitrase di negara lain di seluruh dunia,” ungkap Husseyn Umar.

Tampil sebagai pembicara di antaranya Victor Leginsky dari Qatar; Robert Palmer dari Singapura; Peter Chow dari Hongkong; Prof. Rouven Bodenheimer dari Jerman;  Sahat Siahaan; Dr. Mohamad Idwan Gani dan Prof. Chaidir Anwar Makarim dari Indonesia. (tiyo/tri)