Thursday, 13 December 2018

Desa Lerep, Kabupaten Semarang Juara I Desa Sadar Jaminan Sosial 2018

Kamis, 6 Desember 2018 — 10:23 WIB
Direktur utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, bersama Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab  dan  Wakil Walikota Ambon Syarif Handler.(tri)

Direktur utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, bersama Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan Wakil Walikota Ambon Syarif Handler.(tri)

JAKARTA – Desa Lerep, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah meraih Juara I Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan 2018. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan HUT BPJS Ketenagakerjaan ke-41.

Sedangkan peringkat II diraih Desa Karangloe, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, peringkat III Desa Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, peringkat IV Desa Cadakgayam, Kabupaten Jombang, Jatim, peringkat V Desa Mekar Jaya, Kabupaten Tanah Bambu, Peringkat VI Desa Mulia Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Desa Hassa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumut dan peringkat VIII Desa Latuhalat, Kota Ambon, Maluku.

“Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Desa (Pemdes), dalam memberikan dukungan dan komitmennya terhadap penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan berhasilnya program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” kata Direktur utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, di sela acara pemberian penghargaan Desa Sadar Jamsostek 2018, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Penghargaan ini , lanjutnya,  didasarkan pada aspek diseminasi, regulasi, inisiatif, serta coverage yang telah dilakukan oleh masing-masing pemda dan desa, yang masuk program Desa Sadar Jamsostek.

Program Desa Sadar Jamsostek, lanjutnya, merupakan program strategis dari BPJS Ketenagakerjaan. Dalam rangka memberikan informasi dan edukasi akan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada masyarakat pekerja di desa.

“Ini guna meningkatkan kesejahteraan warga di Desa melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian,” jelasnya.

Dikemukakannya, penyelenggaraan program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah. Untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat daerah serta desa dalam kerangka Negara dan Kesatuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui jaminan sosial untuk seluruh rakyat.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri yang diwakili Sekjen Kemenaker Khairul Anwar, bersama Dirut BPJS TK Agus Susanto kepada Bupati Semarang DR H. Mundjirin, Bupati Tuban H Fathul Huda; Bupati Rokan Hulu Sukiman, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor, Bupati Mimika Eltinus Omaleng; Asisten I Kabupaten Kisaran John Hardi Nasution, serta Wakil Walikota Ambon Syarif Handler.

Seperti diketahui, dalam Program itu BPJS TK telah membentuk dan membina 477 Desa Sadar Jamsostek secara Nasional. Dari jumlah itu  276 desa dibentuk di tahun 2017 dan 201 desa di tahun 2018.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyatakan rasa terima kasihnya pada BPJS Ketenagakerjaan. Dikatakannya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

Untuk itu, imbuhnya, pihaknya akan terus menyebarkan program itu di seluruh wilayah Jombang yang memiliki 302 desa dan 4 kelurahan. Diceritakannya, manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah terbukti.

“Ada salah satu warga yang baru menjadi peserta kemudian tak lama meninggal. Ia mendapat jaminan Rp 28 juta. Belum lagi anaknya mendapat beasiswa,” tutur dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Ambon Syarif Handler, walau baru satu desa yang mengikuti program Desa Sadar Jaminan Sosial, namun pesertanya sudah mencapai 1000 orang. Disebutkannya, Desa Sadar Jamsostek itu di Desa Latuhalat. Semua peserta BPJS TK di dua wilayah tersebut merupakan peserta mandiri.(tri)