Monday, 10 December 2018

Habib Bahar bin Smith Resmi Dijadikan Tersangka

Kamis, 6 Desember 2018 — 23:35 WIB
Habib Bahar bin Smith saat tiba di Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan.

Habib Bahar bin Smith saat tiba di Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan.

JAKARTA – Usai menjalani pemeriksaan kurang lebih 11 jam , Kamis (6/12/2018) Habib Bahar bin Ali bin Smith akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri atas kasus dugaan ujaran kebencian lantaran menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan oleh Azis Yanuar, kuasa hukum Habib Bahar usai mendampingi pemeriksaan. Menurutnya, kliennya ditetapkan sebagai tersangka usai dicecar 29 pertanyaan oleh penyidik.

“Jadi setelah pemeriksaan sepanjang hari ini kepada Habib Bahar, tim penyidik menetapkannya sebagai tersangka,” Kata Aziz di Kantor Bareskrim Polri kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis, (6/12/2018) malam.

Atas penetapan tersangka ini, tim kuasa hukum akan melalukan diskusi untuk melakukan upaya hukum lain termasuk pengajuan praperadilan. “Ya kita nanti akan diskusi lagi tim nya untuk menyikapi status tersangka ini,” kata Azis

Menurutnya, Habib Bahar dijerat dengan Pasal 16 juncto pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 Juncto 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan pasal 207 KUHP.

Pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu disebut telah selesai menjalani pemeriksaan dan telah meninggalkan gedung Bareskrim Polri, namun awak media yang menunggu sejak siang belum melihat Habib Bahar keluar hingga pukul 23.15 WIB. “Tadi beliau duluan karena ada urusan lain,” klaim Azis.

Dari pihak kepolisian sendiri belum ada yang menyampaikan hasil pemeriksaan dan status hukum Habib Bahar saat ini.

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 11 saksi dan empat ahli. Kasus pun telah naik ketahap penyidikan namun Habib Bahar belum ditetapkan sebagai tersangka. Dugaan ujaran kebencian sendiri berasal dari sebuah rekaman video ceramah Habib Bahar pada 8 Januari 2017 saat peringatan Maulid Nabi di Palembang, Sumatera Selatan.

Atas video tersebut Habib Bahar dilaporkan ke Bareskrim oleh Jokowi Mania pada 28 November 2018 yang tertera dengan nomor laporan: LP/B/1551/XI/2018. Dalam video tersebut Habib Bahar menyebut Jokowi sebagai penghianat negara dan rakyat, dia juga menyebut Jokowi sebagai orang banci. (Yendhi/b)