Wednesday, 19 December 2018

Jokowi : Pembangunan Infrastruktur Juga Untuk Persatuan Bangsa

Kamis, 6 Desember 2018 — 19:38 WIB
Presiden Jokowi saat acara peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu'allimin-Mu'allimaat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Kamis (6/12).(ist)

Presiden Jokowi saat acara peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu'allimin-Mu'allimaat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Kamis (6/12).(ist)

JAKARTA – Presiden Jokowi meyakinkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga urusan persatuan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa besar.

“Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Nusantara dilakukan dengan harapan agar keterhubungan antarwilayah menjadi lebih meningkat,” tandas Jokowi.

Itu disampaikan Jokowi saat acara peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Kamis (6/12).

Presiden menilai keterhubungan antar-wilayah itu pada gilirannya akan menyatukan seluruh daerah di Tanah Air, sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.

“Kenapa harus sambung menyambung? Supaya persatuan kita sebagai sebuah negara besar itu bisa disatukan. Jadi yang namanya membangun infrastruktur bukan hanya urusan ekonomi tetapi juga persatuan dan kesatuan bangsa,” Jokowi menambahkan.

Menurut Kepala Negara, persoalan keterhubungan di negara Indonesia yang memiliki belasan ribu pulau memang menjadi persoalan tersendiri. Terlebih masih banyak wilayah yang belum menikmati infrastruktur yang sebaik di Pulau Jawa.

Di Papua misalnya, ketiadaan infrastruktur jalan yang baik menyebabkan lamanya waktu tempuh. Tak jarang, perjalanan yang semestinya dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam saja dapat memakan waktu hingga berhari-hari.

“Di Indonesia bagian timur, di Papua, jalan (rusak) seperti ini banyak sekali. Masak hanya 120 kilometer memakan waktu dua atau tiga hari baru sampai. Harus menginap, harus masak di jalan. Inilah pentingnya infrastruktur,” tuturnya. (johara/b)