Wednesday, 19 December 2018

Ketika Jurnalis Perempuan Diusir dari Parlemen Karena Baju Tanpa Lengan

Kamis, 6 Desember 2018 — 19:02 WIB
Penampilan Patricia Karvelas yang lengannya terbuka menjadi pembicaraan di media sosial.

Penampilan Patricia Karvelas yang lengannya terbuka menjadi pembicaraan di media sosial.

AUSTRALIA- Media sosial Australia riuh dengan dukungan pada seorang jurnalis perempuan yang diusir keluar dari Gedung Parlemen Australia karena busananya dianggap terlalu terbuka.

Jurnalis itu, Patricia Karvelas mengatakan, dia diminta meninggalkan ruang sidang parlemen karena penampilannya dianggap bisa mengganggu orang-orang di sana.

Insiden ini mendorong perbandingan antara pakaiannya dan pilihan pakaian Julie Bishop, anggota parlemen dan mantan Menteri Luar Negeri, yang sering memilih gaun lengan pendek atau tanpa lengan selama sidang parlemen.

Tak ayal, orang-orang membanjiri media sosial untuk mendukung presenter ABC News ini. Sebagian menyebut keputusan untuk mengusirnya merupakan hal yang keterlaluan dan lelucon tidak lucu.

Berbicara di ABC News, Karvelas menjelaskan bahwa seorang staf mendatanginya ‘dengan sopan’ dan mengatakan pakaiannya ‘terlalu memperlihatkan bahu’ dan bahwa dia ‘perlu lebih menutupinya’.

Karvelas menentang permintaan itu, dengan keyakinan bahwa pakaiannya sesuai dengan standar parlemen.

Hak untuk memperlihatkan lengan

Ketua Parlemen, Tony Smith mengatakan bahwa dia akan menyelidiki masalah ini.

Menurut situs web Parlemen Australia, standar pakaian merupakan masalah “penilaian individu”, meskipun keputusan akhir tentang apa yang dapat diterima ditentukan oleh Ketua Parlemen.

Busana standar yang ditentukan itu, “untuk pria berupa celana panjang, jas, baju berkerah dan dasi; sementara untuk perempuan berlaku standar formalitas yang serupa”.

lengan

Dengan ketentuan yang sama, baik untuk anggota parlemen maupun pers, banyak orang termasuk wartawan politik Airlie Walsh menyoroti betapa tidak konsistennya perlakuan di parlemen.

Ini bukan pertama kalinya terjadi masalah seperti itu.

Anggota parlemen Adam Bandt mencuit bahwa ia pernah berusaha mengubah aturan tentang ‘baju tanpa lengan’ yang ‘konyol’ itu tahun lalu, namun gagal.

Dan tampaknya Karvelas pernah pula diusir di sidang sebelumnya karena bajunya memperlihatkan bahu.

Situasi ini memunculkan kemarahan di media sosial. Seorang pengguna Twitter menyebut perlakuan itu merupakan “seksime yang patriarkis dan merendahkan serta menghina” perempuan.

Sejumlah perempuan kemudian mendukung Karvelas dengan memposting foto diri mereka dengan lengan telanjang.

Elizabeth Saunders merasa ‘beruntung’ bahwa lengannya yang ‘telanjang’ itu hanya berurusan dengan dunia pengajaran dan tidak harus duduk di dalam ruangan pers.

Seorang pengguna Twitter lain membagikan gambar lengannya dengan tagar #ShowUsSomeArm, yang dicuitkan ulang oleh Karvelas.

Ada pula yang melihat sisi lucu dan ia mengatakan melalui plesetan dari amandemen kedua AS, the right to bear arms (hak menyandang senjata), menjadi the right to bare arms (hak untuk tampa lengan).(BBC)