Tuesday, 16 July 2019

LSI : Dua Bulan Kampanye Pertarungan Program Dua Capres Belum Terlihat

Kamis, 6 Desember 2018 — 15:39 WIB
Peneliti Rully Akbar saat memaparkan hasil survei LSI Denny JA (rizal)

Peneliti Rully Akbar saat memaparkan hasil survei LSI Denny JA (rizal)

JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis tentang 6 isu besar yang punya efek elektoral selama dua bulan  masa kampanye.

Isu itu diantaranya,  Penyelenggaran Asian Games, Kunjungan Jokowi ke Gempa Palu, Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok, Hoax Ratna Sarumpaet, Dollar 15ribu, dan iPembakaran Bendera Tauhid.

“Penyelenggaraan Asian Games didengar oleh 85.1% pemilih. Dari mereka yang pernah mendengar kegiatan ini, sebesar 96.5% menyatakan mereka suka dengan kegiatan tersebut,” kata peneliti LSI Denny JA,  Rully Akbar, Jl. Pemuda, Rawamangun,  Kamis (6/12/2018).

Sementara, kunjungan Jokowi ke Gempa Palu diketahui oleh 75.5% pemilih. Dari mereka yang mendengar sebesar 93.7% menyatakan bahwa mereka suka dengan kegiatan tersebut. Kunjungan Jokowi ke Gempa Lombok diketahui oleh 67.9% pemilih. Dan sebesar 94.5% dari mereka yang tahu atau pernah mendengar menyatakan suka dengan kegiatan tersebut.

lsi

Foto Rihadin

“Kasus Hoax Ratna Sarumpaet diketahui oleh 57.2% pemilih. Dan dari mereka yang tahu kasus tersebut, hanya sebesar 3.7% yang menyatakan suka. Sementara mereka yang menyatakan tidak suka dengan kasus tersebut sebesar 89.5%,” kata Rully.

Sementara itu, 4 isu yang untungkan Prabowo adalah antara lain, pembakaran bendera tauhid/HTI (surplus 29%), politik sontoloyo (surplus 5 %), politik genderuwo (surplus 1 %), dan janji esemka (surplus 6%). Kasus pembakaran bendera tauhid/HTI paling banyak memberikan surplus isu positif terhadap Prabowo-Sandi di media sosial.

Bagi pasangan Parabowo-Sandi, isu pembakaran bendera tauhid (HTI) yang diketahui oleh 53.7% pemilih, sebesar 10.0% menyatakan mendukung Jokowi-Maruf. Dan sebesar 12.8% menyatakan lebih mendukung Prabowo-Sandi.

“Artinya Prabowo-Sandi mengalami surplus positif di isu ini sebesar 2.8%,” beber Rully.

 Belum Terlihat

Setelah dua bulan berjalanya masa kampanye, isu dan program yang menjadi hot issues di media konvensional dan trending topik di media sosial, ternyata mayoritas tak punya efek elektoral yang signifikan terhadap pemilih secara luas.

Isu-isu tersebut lebih banyak menjadi sensasi dalam diskursus publik selama masa kampanye dan tak banyak berpengaruh pada naik turunnya suara capres.

“Sebagai petahana, Jokowi tentunya diuntungkan dengan berbagai program yang sudah berjalan selama 4 tahun kepemimpinannya. Ada sejumlah program kerja yang populer dan diketahui luas oleh publik. Program-program tersebut antara lain, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), beras sejahtera (Rastra), program keluarga harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dan pembagian sertifikat tanah,” ucap Rully. (rizal/tri)