Wednesday, 19 December 2018

LSI Sebut Elektabiltas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Tak Bergerak

Kamis, 6 Desember 2018 — 20:15 WIB
Paslon Pilpres 2019  (ikbal)

Paslon Pilpres 2019 (ikbal)

JAKARTA – Meski sudah berkampanye selama dua bulan, elektabilitas dua kubu yang berlaga di Pilpres 2019, ternyata belum terjadi pergerakan memadai. Kondisi elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga sama-sama stagnan.

Hal itu terpantau dari hasi survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang dilakukan pada November 2018.  Dua bulan masa kampanye, elektabilitas kedua pasangan  tak banyak berubah dibandingkan dengan posisi elektabilitas sebelum kampanye.

“Selama dua bulan terakhir elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga mengalami turun naik. Namun tidak banyak mengubah selisih elektabilitasnya,” peneliti LSI Denny JA,  Rully Akbar, Jl. Pemuda, Rawamangun,  Kamis (6/12/2018).

Dikatakannya, eltabilitas Jokowi-Ma’ruf  53,2 % (persen), dan Prabowo-Sandi 31,2%. Selisih 15,6% untuk keunggulan Jokowi-Ma’ruf.

Dia menjelaskan, setelah dua bulan berjalanya masa kampanye, isu dan program yang menjadi hot issues di media konvensional dan trending topik di media sosial, ternyata mayoritas tak punya efek elektoral yang signifikan terhadap pemilih secara luas.

Isu-isu tersebut lebih banyak menjadi sensasi dalam diskursus publik selama masa kampanye dan tak banyak berpengaruh pada naik turunnya suara capres.

“Sebagai petahana, Jokowi tentunya diuntungkan dengan berbagai program yang sudah berjalan selama 4 tahun kepemimpinannya. Ada sejumlah program kerja yang populer dan diketahui luas oleh publik. Program-program tersebut antara lain, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), beras sejahtera (Rastra), program keluarga harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dan pembagian sertifikat tanah,” ucap Rully. (*/win)