Thursday, 13 December 2018

Sandiaga Janjikan Program OK OCE Versi Kyai untuk Sejahterakan Ulama

Kamis, 6 Desember 2018 — 14:32 WIB
Sandiaga janjikan program OK OCE versi Kyai

MALANG  –  Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara ‘Curhat Kyai Kampung’ yang diselenggarakan di Hotel Syariah Radho, Jalan Simpang Kawi, No.3, Kloden, Malang, Jawa Timur, Kamis (6/12/2018). Berbagai keluhan didengar Sandiaga dari para kyai.

Kyai dan Ustadzah datang dari berbagai pelosok desa di Malang hadir dalam acara tersebut. Mayoritas keluhan mereka sama yakni tidak seimbangnya pertumbuhan ekonomi, pengeluaran lebih besar daripada penghasilan akibat naiknya kebutuhan pokok.

“Dulu kami masih dibantu dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini sangat membantu, namun dana itu distop bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM, jadi kami hanya mendapatkan delapan ribu satu hari, kalau sebulan ditotal hanya dua ratus dua puluh empat ribu rupiah Pak,” kata Srihandayani seorang guru ngaji dari Desa Bareng.

Sedangkan Salim Asegaf justru mengeluhkan tingginya biaya listrik yang membebani perekonomian keluarga mereka. “Bayangkan pak, kami nggak punya televisi juga nggak punya mesin cuci, tapi satu bulan bisa lebih dari tiga ratus ribu, tiap kali meteran listrik berbunyi deg-degan rasanya,” seloroh dia.

Mantan wakil gubernur DKI ini, mengaku prihatin dengan keluhan mereka. Menurutnya, Prabowo-Sandi berjanji jika dipercaya menjadi Presiden dan wakil presiden pada 2019 mendapat siap memperhatikan nasib guru ngaji dan para kyai.

Dia akan membuat program One Kyai for One Center Enterpreneurship (OK OCE) atau wirausaha khusus bagi kalangan alim ulama.

“Banyak hal yang harus diperbaiki. Terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. Insya Allah saya tampung aspirasinya. Kami akan mensejahterakan guru ngaji dan kyai. Kami akan bikin One Kyai for One Center Enterpreneurship (OK OCE), satu kyai dengan satu pusat pelatihan wirausaha. Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih,” ungkap Sandiaga.

Sementara masalah energi listrik yang dikeluhkan oleh Salim, Sandiaga akan lebih memaksimalkan energi listrik yang bersumber dari tenaga sinar matahari.

“Masalah energi ini juga harus ada solusinya. Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kita pikirkan untuk swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil. Energi yang terbarukan,” kata Sandiaga.

Pria yang akrab disapa Sandi ini siap menciptakan swasemba pangan, air, dan juga swasembada energi yang akan di mulai dari desa-desa. (yendhi/mb)