Thursday, 13 December 2018

Turki Keluarkan Surat Penangkapan untuk Dua Orang Dekat Mohammed bin Salman

Kamis, 6 Desember 2018 — 16:57 WIB
Wartawan kritis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi  yang diduga dibunuh.(reuters)

Wartawan kritis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi yang diduga dibunuh.(reuters)

TURKI- Kejaksaan Agung Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua orang dekat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang dituduh terlibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul.

Kedua orang tersebut, Ahmad al-Assiri dan Saud al-Qahtani dipecat menyusul pembunuhan itu dan kini tengah diperiksa oleh pihak berwenang Arab Saudi. Namun Turki mengatakan tidak yakin Arab Saudi benar-benar mengambil tindakan formal terhadap mereka.

Karena itulah Turki mendesak Arab Saudi benar-benar mendukung penyelidikan yang dilakukan negaranya, seperti dikatakan Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu.

“Sampai saat ini, kami dengan sabar menunggu informasi yang diperlukan terkait dengan penyelidikan di Arab Saudi, tetapi sayangnya saya tidak dapat menerima informasi apapun. ,” kata Mevlut Cavusoglu yang berbicara di depan wartawan pada pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Brussels, Belgia.

“Arab Saudi selalu meminta informasi dari kami. Itu hak mereka. Kami selalu berbagi informasi (dengan mereka) tetapi Arab Saudi perlu terbuka kepada kami dan masyarakat dunia,” lanjutnya.

 

ahmad-al-assiri

Ahmad al-Assiri adalah salah satu orang yang telah dipecat menyusul pembunuhan Khashoggi dan kini tengah diperiksa Arab Saudi.

Komisioner PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mengatakan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi memerlukan penyelidikan internasional, bukan hanya investigasi yang dilakukan Saudi dan Turki.

“Kami mendesak dilakukannya penyelidikan internasional, kami mengatakan secara terbuka bahwa penyelidikan Turki dan Saudi tidak akan cukup, kebenaran diketahui dan untuk mencapainya, sebuah penyelidikan internasional diperlukan,” kata Michelle Bachelet.

“Tetapi kami tidak mempunyai mandat, kami tidak bisa melakukan penyelidikan kriminal. Sekarang adalah saatnya bagi negara-negara anggota untuk memutuskan apakah akan melakukan penyelidikan kejahatan,” katanya pula sembari menambahkan bahwa ia telah menyampaikan hal tersebut kepada Sekjen PBB, António Guterres.

Arab Saudi telah menyatakan 11 orang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, tetapi menolak keterlibatan putera mahkota dalam kasus itu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sudah mengatakan tidak ada bukti keterkaitan antara para pelaku pembunuhan dengan putra mahkota, dan menekankan pentingnya aliansi Amerika dengan Arab Saudi.

Padahal CIA telah menyimpulkan bahwa Muhammad bin Salman “kemungkinan memerintahkan” pembunuhan Khashoggi.

Mereka memiliki bukti adanya tukar-menukar pesan antara sang Putra mahkota dan Saud al-Qahtani, yang diduga sebagai penanggungjawab aksi pembunuhan terhadap wartawan Saudi itu.

Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis terkemuka yang telah meliput berbagai peristiwa besar termasuk invasi Soviet ke Afghanistan dan memunculkan sosok Osama Bin Laden dalam pemberitaan di berbagai media di Saudi.

Selama beberapa dekade, warga negara AS ini memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan Saudi dan juga pernah menjadi penasihat pemerintah.

Namun belakangan dia tidak disukai keluarga kerajaan dan memutuskan untuk mengasingkan diri ke AS pada tahun lalu. Dari negara itu, dia menulis kolom bulanan di Washington Post yang isinya mengkritik kebijakan Mohammed bin Salman, termasuk keterlibatan negara itu dalam perang di Yaman.(BBC)