Wednesday, 19 December 2018

Apa Artinya Punya Istri Dua Jika Akhirnya Hilang Nyawa

Jumat, 7 Desember 2018 — 7:10 WIB
ganggu

JIKA tak mampu, sudahlah istri satu saja. Tapi Faridi, 45, warga Asahan (Sumut), meski ekonomi pas-pasan, mencoba poligami. Ketika bini kedua punya PIL, ributlah Faridi dengan PIL istrinya sampai Faridi tewas dibacok. Jika begini di mana nikmatnya punya istri dua, jika nyawa sudah tidak ada?

Punya istri dua atau lebih memang banyak resikonya, baik resiko ekonomi, sosial maupun alat vital. Makanya dalam Qur’an sudah diperingatkan lewat surat Anisa ayat 3, boleh berpoligami sampai 4, asalkan mampu. Jika tidak mampu, berbini satu saja cukuplah. Syukuri saja dengan satu istri. Sebab bila tidak bisa mensyukuri nikmat Allah, siksanya amat pedih (adzabun syadid).

Faridi yang tinggal di Air Joman, Asahan, secara ekonomi sebetulnya biasa saja, jika tak mau disebut pas-pasan. Tapi meski kemampuan ekonominya terbatas, tapi syahwatnya justru selalu surplus, bahkan stok sampai Tahun Baru dijamin aman. Karenanya dia tak puas dengan hanya istri satu, karena menyebabkan kehidupannya monoton tanpa fariasi.

Ketika kenal janda cantik bernama Risma, 35, ukuran celananya mendadak berubah, dari M ke XL. Dia ingin sekali menikahi perempuan itu. Dasar milik, janda muda itu tak keberatan dipersunting Faridi, meski statusnya hanya bini kedua. “Yang penting sampeyan bisa berlaku adil,” begitu kata Risma.

Awal pernikahan Faridi bisa bersiteguh dengan konsensus. Tapi lama-lama, dia mulai jenuh dengan bini keduanya. Sebab ibarat mobil, meski tahunnya lebih muda, tapi boros di bensin. Banyak sekali permintaan Risma, sehingga Faridi kemudian lebih banyak tinggal di pangkalan, maksudnya di rumah istri tua.

Merasa ditelantarkan suami, tentu saja Risma tidak betah, sehingga dia pacaran komplit-plit dengan lelaki bernama Surya, 40. Bahkan meski tidak dinikah dia berani tinggal di rumah kekasih barunya di Buntu Pane, meski itu hanya kontrakan.

Biar Risma ini jarang diurusnya, Faridi kaget juga demi mendengar info bahwa istri keduanya diam-diam pacaran dengan lelaki lain. Dia mencoba melacaknya, dan ketemulah rumah kontrakan itu. Tak ayal Faridi – Surya jadi ribut. Yang satu menuduh kenapa sembunyikan istri orang, yang satunya lagi menuduh kenapa punya istri dua kok ditelantarkan.

Ributlah keduanya. Rupanya Surya jadi emosi, sehingga golok diambil dan dibacokkan ke arah tamunya. Faridi yang tak menduga bakal dapat serangan, jadi kurang waspada. Sekali sabet golok, dia langsung terjatuh dan kemudian tewas. Surya dan Risma kemudian kabur. Polisi kini tengah mengejarnya.

Punya bini dua, tapi tak punya nyawa, tentu tak bisa apa-apa. (Gunarso TS)