Sunday, 16 December 2018

Membuat Masyarakat Tidak Sulit Membayar Pajak

Jumat, 7 Desember 2018 — 7:59 WIB
Warga Pancoran sedang mengikuti kegiatan sosialisasi manfaat pajak dan tatacara pembayaran pajak. (wandi)

Warga Pancoran sedang mengikuti kegiatan sosialisasi manfaat pajak dan tatacara pembayaran pajak. (wandi)

JAKARTA – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pajak daerah, Kantor Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Pancoran,Jakarta Selatan mensosialisasikan Kebijakan Pajak Daerah.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat yang belum melek apa manfaat membayar pajak akan lebih paham dan tata cara bagaimana membayar pajak.

Camat Pancoran Herry Gunara, mengaku mengapresiasi dan terima kasih kepada UPPRD Kecamatan Pancoran yang telah menyelenggarakan sosialisasi ini.

Untuk itu dirinya minta kepada UPPRD terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga benar-benar paham.

“Sosialisasi ini sebagai bentuk upaya dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam hal pajak daerah. Hal ini sangat penting karena belum semua warga mengetahui apa tujuan membayar pajak,” ujar Herry Gunara, Kami (6/12).

Kepala UPPRD Kecamatan Pancoran, Shalih Nopiansyah mengatakan, sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari perwakilan Dinas Perindustrian serta Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta. Dalam sosialisai ini pihaknya sengaja mengundang kepada lurah, warga, LMK, RT dan RW.

“Mereka sengaja kami undang dengan tujuan agar ikut bersama-sama menyebarkan informasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini meliputi sembilan jenis pajak daerah, yaitu pajak bahan bakar kendaraan, pajak hotel, hiburan, air tanah, parkir, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, restoran, reklame dan PBB -P2, serta cara mengurusnya kepada warga masyarakat,”terang Shalih Nopiansyah.

Kepala UPPRD, menambahkan, pihaknya juga mensosialisasikan Tentang Pajak Air Tanah (PAT). Pajak ini perlu diberlakukan apabila digunakan untuk komersil seperti kos-kosan, perkantoran. Subjek dan wajib pajak merupakan orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan atau pemanfaatan air tanah dengan tarif sebesar 20 Persen.

Kohir, 52, salah satu warga RW 3 Kelurahan Kalibata, mengaku sangat terbantu dengan sosialisasi ini. Sebab menurutnya, selama ini memang dirinya tahunya hanya membayar pajak saja dan prosedurnya sangat sulit.

“Saya jadi paham bagaimana saya harus mengurus pajak dan syaratnya, yang ternyata mudah,” jelas Kohir. (wandi/b)