Tuesday, 16 July 2019

“Messi Kecil” Kembali Tinggalkan Rumah karena Ancaman Penculikan

Jumat, 7 Desember 2018 — 12:35 WIB
Murtaza mendapat ancaman penculikan dari pihak Taliban. (ist)

Murtaza mendapat ancaman penculikan dari pihak Taliban. (ist)

AFGHANISTAN – Masih ingat dengan bocah asal Afghanistan, Murtaza Ahmadi ? Pada tahun 2016, namanya viral saat fotonya yang sedang mengenakan kantong plastik bermotif seperti seragam timnas sepakbola Argentina, dengan tulisan nama Messi dan angka 10 yang dibuat menggunakan spidol tersebar.

Kini, bocah yang kini berusia tujuh tahun itu, kini terpaksa meninggalkan rumahnya di Afganistan untuk kedua kalinya karena ancaman Taliban.

Disebutkan, Murtaza bersama keluarganya melarikan diri ke Kabul setelah kediamannya di provinsi Ghazni menjadi target serangan Taliban.

Sebenarnya, mereka pernah mengungsi ke Pakistan pada tahun 2016. Namun, mereka terpaksa kembali ke Afganistan setelah kehabisan uang.

Murtaza dan Messi

Murtaza berusia lima tahun saat fotonya mengenakan kantong plastik serupa seragam timnas sepakbola Argentina viral.

murtaza messiMessi dan Murtaza sebelum pertandingan persahabatan di Doha pada akhir tahun 2016. (ist)

Setelah foto tersebut tersebar luas, dan dengan kekuatan media sosial, Murtazza akhirnya dipertemukan dengan pesepakbola yang merupakan pemain klub Barcelona. Murtaza dan Messi bertemu saat Barca menjalani pertandingan persahabatan di Doha di akhir tahun 2016.

Kaus Bertanda Tangan Messi Ditinggalkan

Namun, masa indah tersebut segera berlalu. Murtaza dan keluarganya harus menghadapi kenyataan bahwa ketenaran Murtaza telah membuatnya menjadi targer Taliban.

“Preman di lingkungan kami pernah memanggi kami dan mengatakan, ‘Kamu

sudah jadi orang kaya, berikan uang yang kau dapat dari Messi atau kami akan mengambil anakmu’,” ujar Shafiqa ibunda Murtaza kepada AFP seperti dikutip BBC.

Shafiqa mengatakan, kasus timnas Argentina bertanda tangan Messi milik Miurtaza terpaksa ditinggal saat mereka melarikan diri pada tengah malam, saat mereka mendengar tembakan.

Saat ini, di sebuah apartemen kecil di Kabul, Murtaza berbagi ruangan bersama orang tuan dan keempat saudara lelakinya.

“Aku merindukan Messi,” ucap Murtaza. “Saat nanti bertemu dengannya (Messi) lagi, aku akan mengucapkan ‘salam’ dan bertanya ‘Apa kabar?’. Lalu, ia akan mengatakan, ‘Terima kasih dan berhati-hatilah,’ lalu akan ikut dia ke tempatnya bermain dan aku akan menontonya,” ujar Murtaza. (mb)