Wednesday, 19 December 2018

Mewujudkan Polisi Promoter

Jumat, 7 Desember 2018 — 4:38 WIB

KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) genap berusia 69 tahun, Kamis 6 Desember 2018. Di usia yang tak muda lagi, segenap jajaran Polda Metro Jaya (PMJ) terus berbenah diri, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Mengusung konsep Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya), jajaran PMJ tak henti memacu kinerja anggotanya. Dengan jumlah SDM sekitar 30 ribu personel yang harus melayani dan mengayomi serta mengamankan sekira 10 juta penduduk Jakarta, ‘polisi metropolitan’ bekerja maksimal.

Profesionalitas jajaran PMJ ditunjukkan dengan kinerja yang cepat dalam menyingkap sederet kasus besar yang menyita perhatian publik. Sebagai contoh, belum lama ini dua kasus besar yang menyita perhatian publik, yaitu jasad dalam tong serta jasad wanita korban pembunuhan yang disembunyikan pelaku di lemari, dengan cepat bisa terungkap.

Di bidang pelayanan publik, seperti pengurusan surat-surat kendaraan (STNK dan BPKB) serta surat izin mengemudi, kecepatan dan profesionalisme petugas telah bisa dirasakan masyarakat. Transparansi serta kecepatan pelayanan, dilakukan melalui modernisasi didukung teknologi, serta membuka gerai-gerai di area publik maupun di bus yang melakukan layanan mobile.

Dalam memelihara kamtibmas di Ibukota, kerja keras jajaran PMJ juga telah dirasakan masyarakat. Dalam setahun terakhir ini kondisi kamtibmas Jakarta dan sekitarnya, relatif tenang, kondusif, aman terkendali. Termasuk saat ada aksi-aksi dengan jumlah massa yang cukup besar.

Sebut saja Peringatan Hari Buruh, Aksi Bela Tauhid, dan yang terakhir Reuni 212 yang dihadiri jutaan umat, jajaran PMJ bisa melakukan pengamanan persuasif dan apik. Kepolisian mampu menunjukkan sikap ‘soft’ merangkul perserta aksi, hingga tak ada insiden. Kerja keras ini patut di beri apresiasi tinggi.

Namun, di antara sederet prestasi tersebut, masih ada PR besar yang ditunggu-tunggu publik. Kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan lebih dari setahun silam, yang juga jadi utang Mabes Polri, belum juga selesai. Publik percaya, jajaran PMJ mampu menguak kasus ini, sebagaimana mengungkap kasus-kasus rumit lainnya.

Harapan warga, konsep Promoter yang digaungkan Polri betul-betul terwujud dan dimplementasikan. Tetaplah menjadi polisi profesioal, tidak terseret-seret politik, dan tidak tebang pilih dalam menangangi kasus. **