Wednesday, 19 December 2018

Silaturahim itu Indah

Jumat, 7 Desember 2018 — 6:46 WIB
slaturahmi

PEKAN LALU Bang Jalil bertemu dengan kawan-kawan semasa mudanya. Ini bukan main senangnya dia. Sampai dia lupa kalau sudah tua, lupa kalau banyak masalah. Bagamana tidak, mereka sudah lama banget nggak ketemu, sejak masih belia, sejak kuda gigit besi, dan baru kesampaian sekarang.

“ Ogut seneng banget, ketemua sama lu semua,” ujar Bang Imam sambil memeluk Bang Jalil.

“Eh, ngomong-ngomong anak cucu Ente berapa?” Tanya Bang Ruli.

Bukan itu saja, ada juga pertanyaan yang nakal dari kawan lama,” Istri lu berapa, hehehhe, kan lu dulu paling getol sama cewek?” bisik kawan Bang Jalil yang lain.

Bang Jalil menepuk punggung sang kawan,” Boro-boro nambah istri, satu saja keteter, nih!”
Mereka tertawa tertbahak-bahak. Dan baru diam ketika istri Bang Jalil teriak dari kumpulan emakam-emak garis keras, “ Awas ya, kalau ngomong jorok!”

“Hemm, lu tahu sendiri kan gimana istri gue, galak banget!?” bisik Bang Jalil, yang disambut tawa kawan-kawannya.

Tapi, apapun inilah yang namanya reuni atau silaturahim menurut agama sangat bermanfaat dalam kehidupan, karena bisa bikin panjang umur!

Jadi lupalah mereka, kalau umur sudah lebih dari 60 tahunan. Dan juga nggak mempersoalkan bahwa diri mereka itu siapa,pegawai tinggi, buruh, miskin atau kaya. Pokoknya nggak ada kasta. Yang sangat menyentuh adalah,bahwa mereka yang dulunya ‘bangor’, sudah pada insyaf.
Mereka ngobrol sampai larut malam, soal jalan yang lurus. Bahwa ada kehidupan setelah mati. Bang Ruli, Bang Drajat, Bang Amir, Bang Imam, malah berebut ngomong soal kehidupannya akhir-akhir ini hanya untuk ibadah.

“Pokoknya bangun malam, sujud minta ampun pada Allah SWT. Kita semua bakalan kembali KepadaNYA,” kata Bang Amir, yang terus nyerecos sampai tengah malam.

“ Kita juga bersyukur, nggak jadi koruptor!” Kata Bang Imam, pelan tapi mendalam. – massoes