Monday, 10 December 2018

Tanggapi Keluhan Pembaca Pos Kota, Delapan Kendaraan Distop Beroperasi

Jumat, 7 Desember 2018 — 17:49 WIB
angkutan umum yang ditindak petugas karena tak dilengkapi surat-surat. (Ifand)

angkutan umum yang ditindak petugas karena tak dilengkapi surat-surat. (Ifand)

JAKARTA- Delapan kendaraan distop beroperasi oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Tindakan tegas itu diberikan lantaran tidak dilengkapi berbagai surat-surat kendaraan hingga izin trayek.

Penindakan yang dilakukan itu juga sebagai tindaklanjut atas aspirasi warga yang disampaikan melalui redaksi Pos Kota melalui pesan singkat yang bertuliskan : Kepada Yth Dinas Perhubungan tindak tegas angkutan umum yang ada di wilayah Jakarta Timur. Pasalnya terlihat banyak kendaraan yang sudah tak layak namun masih berkeliaran di jalan. Tolong ditindaklanjuti, terima kasih. (08192251xxx)

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, penindakan yang dilakukan menindaklanjuti laporan warga.

Hasilnya, ditemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan pengendara angkutan umum dan barang. “Semua yang kami tindak, karena surat-surat kendaraannya mati dan ada juga yang angkutan yang tak memiliki izin trayek,” katanya, Jumat (7/12).

angkutan umum yang ditindak petugas karena tak dilengkapi surat-surat. (Ifand)

Dikatakan Dahlan, ada delapan kendaraan yang ditindak. Seperti, tiga mobil pickup, dua truk, satu mikrolet, satu Koantas Bima dan taksi. “Semua yang kami tindak langsung kami stop beroperasi. Pasalnya banyak pelanggaran yang dilakukan angkutan umum dan barang tersebut,” ungkap Kasi Pengawasan dan pengendalian.

Pihaknya, kata Dahlan, akan terus menggelar operasi di 10 kecamatan wilayah Jakarta Timur. Kendaraan yang tak memiliki surat-surat lengkap hingga tak memiliki izin trayek menjadi target utama dalam setiap penindakan. “Namun penindakan lain seperti pengawasan badan jalan dan trotoar yang dijadikan lahan parkir juga akan menjadi pengawasan utama,” terangnya.

Dengan penindakan itu, sambung Dahlan, diharapkan kedepannya angkutan umum dan barang yang ada bisa tertib. Dimana seluruh angkutan umum dilengkapi dengan surat-surat izin dan penumpang nyaman menggunakannya. “Hal yang sama juga untuk angkutan barang agar memberi rasa aman bagi pengendara lain,” pungkasnya. (Ifand/b)