Sunday, 16 December 2018

Tiga BUMD DKI Tampung Dana Rp 80,7 Triliun, Jangan jadi Bancakan

Jumat, 7 Desember 2018 — 6:24 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) disiapkan Pemprov DKI untuk menampung dana APBD senilai Rp80,7 triliun. Dana berupa penyertaan modal tersebut disetor bertahap.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta tiga BUMD memanfaatkan dana APBD tersebut dengan baik.

“Saya ingatkan,ini uang rakyat. Jangan seenaknya dipergunakan tanpa perencanaan matang, “kata Prasetio saat pembahasan Perda tiga BUMD tersebut, Kamis (6/12). Prasetio juga mengingatkan dana tersebut tidak menjadi bancakan.
Tiga BUMD tersebut yakni PT MRT, PT Jakarta Propertindo dan PT Sarana Jaya.

PT MRT akan menampung dana APBD maksimal Rp40,7 triliun dari sebelumnya hanya Rp14,6 ttriliun.

Hingga saat ini, PT MRT Jakarta mendapatkan dana Rp12,7 triliun dengan Rp1,1 triliun yang didapat dari APBD 2017 dan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar Rp11,5 triliun sedangkan PMD yang diusulkan untuk APBD 2019 adalah sebesar Rp4,4 triliun.

PT MRT Jakarta akan menggunakan dana tersebut untuk pendanaan MRT Jakarta fase 1 sebesar Rp14,4 triliun, kekurangan pendanaan MRT Jakarta fase 1 sebesar Rp2,5 triliun, pendanaan MRT Jakarta fase 2 sebesar Rp22,5 triliun, dan modal kerja operasional sebesar Rp1,1 triliun.

Sedangkan Jakarta Propertindo disiapkan menampung Rp30 triliun. Dana tersebut untuk perkembangan bisnis dan rencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau masuk bursa saham.

Selain itu, dana digunakan pula untuk proyek LRT fase 1 dan PMD lain yang berkaitan dengan proyek jangka panjang tambahan yang ditugaskan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sedangkan PD Pembangunan Sarana Jaya akan menampung APBD maksimal Rp10 triliun. (john/b)