Sunday, 16 December 2018

Tiga Orang Batak jadi Korban Pembantaian KKB di Papua

Jumat, 7 Desember 2018 — 22:27 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, saksikan pemberangkatan korban penyerangan di Papua (puspen tni)

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, saksikan pemberangkatan korban penyerangan di Papua (puspen tni)

MEDAN – Dari 16 orang karyawan PT Istaka Karya yang menjadi korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bukit Kabo Distrik Yigi, Kabupaten Nduga ternyata tiga di antaranya merupakan warga dari Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (7/12), membenarkan tiga orang asal Sumut turut menjadi korban dalam penyerangan di Papua barat.
“Polda Sumut akan koordinasi seperti masalah ambulance atau pengawalan penjemputan korban. Intinya kita siap apabila dibutuhkan oleh keluarga korban,” kata Tatan kepada wartawan.

Ketika disinggung apakah pihak Polda Sumut akan mengirimkan BKO pasukan ke Papua, mantan Wakapolrestabes Medan ini mengaku sampai saat ini belum ada perintah.

“Kalau ada perintah BKO, pasti akan kita lakukan. Tapi sampai saat inibelum ada perintah. Pada intinya kita bekerja untuk keamanan dan keselamatan warga kita, di Sumut pastinya,”jelas Tatan.
Ditambahkan Tatan, kemarin pihak TNI sudah ada yang di BKO kan ke Papua Barat. Namun, bukan itu yang menjadi korbannya. “Saya mendengar ada yang menjadi korban dari berita di media online dan kejadian itu menjadi perhatian bagi kita,”ujarnya.

Ditambahkan Tatan, pihaknya siap untuk melayani masyarakat, sepertiapabila keluarga korban butuh ambulance pasti akan diluncurkan segera.

“Termasuk pengawalan pengantaran jenazah keluarga korban ke rumah duka. Intinya kita siap,”tegas Tatan.

Tiga warga Sumut yang menjadi korban adalah Jepri Simaremare warga Tebingtinggi, Rikki Cardo Simanjuntak dan Effendi Hutagaol, keduanya warga Balige. (samosir/b)