Wednesday, 17 July 2019

Blusukan ke Pasar, Sandi Ditolak dan Diminta Tidak Politisasi Pedagang

Selasa, 11 Desember 2018 — 17:27 WIB
Poster penolakan di Pasar Kota Pinang yang dipasang salah satu pedagang.

Poster penolakan di Pasar Kota Pinang yang dipasang salah satu pedagang.

JAKARTA – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno sempat ditolak lewat poster yang dipasang oleh beberapa pedagang saat blusukan di Pasar Kota Pinang, Labuhan Batu, Sumatera Utara, Selasa (11/12/2018).

Menanggapi hal tersebut, Komite Pedagang Pasar (KPP) meminta kepada Sandiaga tidak lagi melakukan politisasi harga kebutuhan pokok kepada pedagang ketika berkampanye di pasar tradisional.

“Kami bersama pedagang pasar se-Indonesia meminta agar Pak Sandiaga tak lagi melakukan kunjungan ke pasar, walau hanya untuk mendengar keluhan permasalahan para pedagang dan pasar,” kata Ketua Umum KPP, Abdul Rosyid Arsyad dalam keterangannya.

Dengan pernyataan Sandiaga yang selalu mengatakan bahwa harga pangan kian mahal dan pasar tradisional tidak mampu bersaing dengan mal, minimarket, dan supermarket, Rosyid khawatir akan membuat pasar kian sepi pembeli.

“Akibat bicaranya Pak Sandiaga bikin pasar menjadi sepi dan berkurangnya penghasilan pedagang pasar,” ungkap dia.

Rosyid mengklaim telah mendapat aduan dan keluhan dari pedagang pasar dibeberapa daerah. Bahwa setiap kunjungannya Sandiaga disebut tidak memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan pedagang pasar melainkan hanya membari harapan serta janji.

Rosyid mengatakan, KPP akan membuat program pangan murah untuk pedagang dengan menerapkan sistem penjualan secara online. Dia yakin akan meningkatkan penghasilan pedagang.

“Penjualan pedagang kita buat sistem online dan saya akan melakukan kunjungan ke pasar tradisional dengan tema Gerakan Kembali Belanja Ke Pasar Tradisional dalam upaya untuk menerima aspirasi keluhan permasalahan pedagang sekaligus meningkatkan penghasilan pedagang dan kembali meramaikan pembeli di pasar se-Indonesia,” tandas Rosyid.

Sebelumnya, Sandiaga mendapat poster penolakan dari beberapa pedagang di Pasar Kota Pinang. Namun, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut tetap melanjutkan blusukan ke pasar sembari mendengar berbagai keluhan pedagang. (Yendhi/b)