Friday, 20 September 2019

Kasus Bupati Pakpak Bharat, KPK Tetapkan Satu Lagi Tersangka

Jumat, 14 Desember 2018 — 18:57 WIB
Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati (cw6)

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati (cw6)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru terkait kasus suap yang menyeret Bupati Pakpak Bharat nonaktif, Remigo Yolando Berutu. Tersangka baru tersebut ialah Direktur PT TMU, Rijal Efendi Padang.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati mengatakan jika dalam perkara ini Rijal berperan sebagai penyiap Remigo. Ia merupakan seorang kontraktor yang mengerjakan proyek jalan Simpang Kerajaan-Binanga Sitelu dengan nilai kontrak Rp 4,5 miliar.

“KPK menetapkan REP (Rijal Efendi Padang) sebagai tersangka,” ucapnya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Yuyuk melanjutkan, dalam proyek itu, Rijal dimintai Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali commitment fee sebesar 15 persen. Rijal akhirnya memberikan Rp 200 juta ke David lewat rekening pihak swasta bernama Hendriko Sembering.

Remigo mendapat jatah Rp 150 juta dari uang Rp 200 juta tersebut. “DAK menyerahkan uang sebesar Rp 150 juta kepada RYB (Remigo Yolando Berutu) yang kemudian diamankan oleh KPK dalam OTT di rumah RYB di Pasar Baru Kota Medan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, Rijal dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor. Rijal pun sudah ditahan sejak 30 November lalu di Rutan Kelas I Cipinang.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (RYB), sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat.

Selain itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali dan pihak swasta, Hendriko Sembiring. Remigo bersama kedua orang tersebut diduga menerima uang Rp 550 juta terkait proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.

Remigo menerima suap tersebut dari orang dekatnya yang bertugas mengumpulkan dana. Uang tersebut juga digunakan Temigo untuk keperluan pribadi. Bahkan, uang itu juga dipakai untuk mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum di Medan. (cw6/b)