Saturday, 24 August 2019

KPK Kaget MA Potong Hukuman Mantan Gubernur Sultra

Jumat, 14 Desember 2018 — 16:38 WIB
KPK (dok/yendhi)

KPK (dok/yendhi)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif, kaget saat mendengar Mahkamah Agung (MA) memotong hukuman mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

Awalnya, Pengadilan Tipikor memvonis Nur Alam hukuman 12 tahun penjara atas penyalahgunaan penerbitan izin usaha penerbitan (IUP) pertambangan.

Lalu, vonis tersebut diperberat pada tingkat banding. Alhasil, Pengadilan Tinggi DKI memperberat hukuman Nur Alam menjadi 15 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Namun, dalam putusan kasasi, MA menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara terhadap Nur Alam. Majelis Hakim Agung yang diketuai Salman Luthan, dengan anggota LL Hutagalung dan Syamsul Rakan Chaniago menyebut jika Nur Alam hanya terbukti menerima gratifikasi yang diatur dalam Pasal 12 B UU Tipikor.

Laode yang mendengar hal tersebut, mengaku terkejut. “Saya agak shock juga mendengarnya bahwa hukumannya diturunkan,” ucapnyam Jumat (14/12/2018).

Meski begitu, lanjut Laode, pihaknya akan tetap menghormati keputusan hukuman yang dijatuhkan MA terhadap Nur Alam. “Yah itulah yang harus kami terima. Saya rasa seperti itu,” tandasnya. (cw6)