Thursday, 20 June 2019

Merujuk Pancasila, Ma’ruf Amin: Indonesia Negara Kebangsaan yang Bertauhid

Minggu, 16 Desember 2018 — 17:12 WIB
Ma'ruf Amin saat silaturahmi dengan nahdliyin di Banten. (ikbal)

Ma'ruf Amin saat silaturahmi dengan nahdliyin di Banten. (ikbal)

JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, memastikan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan konsep dasar negara yang telah disepakati secara bersama oleh ulama-ulama terdahulu. Ma’ruf menilai Pancasila juga telah mempresentasikan Indonesia sebagai kebangsaan yang bertauhid. Menurutnya hal itu tercermin pada sila pertama yakni ”Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Pandangan tersebut disampaikan Ma’ruf saat bersilaturahmi dengan Nahdliyyin Kabupaten/Kota Serang dan Kota Cilegon, di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata) Serang, Banten, Minggu (16/12/2018).

“Ulama kita telah membangun kesepakatan tentang konsep dan dasar negara ini. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila. Kita harus menaati dan menjaga kesepakatan itu. Jika dilihat dari isi Pancasila, apa negara ini Islami, ya tentu.
Indonesia ini negara kebangsaan yang bertauhid, karena ada sila Ketuhanan yang Maha Esa,” tandasnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengajak kepada para pemuka agama di Banten untuk kembali mengingat sejarah bangsa. Ma’ruf menjelaskan bangsa Indonesia dibangun atas dasar kesepatakan (mitsaq) yakni Pancasila dan NKRI. Mitsaq, lanjutnya, juga pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah.

“Kita harus belajar dari sejarah, bagaimana para pendahulu kita membangun kesepakatan, mitsaq, berupa NKRI dan Pancasila. Nabi sendiri pernah melakukan mitsaq, kesepakatan untuk kedamaian Madinah,” paparnya.

Di Indonesia, imbuhnya, para ulama juga memiliki peran penting bagi negara. Ma’ruf menuturkan saat Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus, beberapa bulan kemudian, di bulan Oktober, Belanda dan Sekutu ingin kembali merebut Indonesia. Para ulama kemudian membuat perlawanan dengan mengeluarkan Resolusi Jihad

“Para Ulama yang dipimpin Rais Akbar mengeluarkan Resolusi Jihad yang melahirkan semangat Umat Islam untuk melawan penjajah Belanda,” pungkasnya. (ikbal/yp)