Friday, 19 April 2019

Korupsi 14 Proyek, KPK Sebut Negara Rugi Rp186 Miliar

Senin, 17 Desember 2018 — 23:32 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyebut negara diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp186 miliar terkait dugaan tindak pidana korupsi atas pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Wijaya Karya (WK).

“Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp186 miliar dari sejumlah pengeluaran atau pembayaran PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor yang melakukan pekerjaan fiktif,” kata Agus, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua pejabat PT Wijaya Karya sebagai tersangka. Yaitu Fathor Rachman alias FR, selaku Kepala Divisi II PT WK periode 2011-2013 dan Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT WK periode 2010 – 2014.

(Baca: Proyek Fiktif, KPK Tetapkan 2 Pejabat Waskita Karya Tersangka)

FR dan YAS diduga bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dalam 14 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia. “FR selaku Kepala Divisi II PT WK periode 2011–2013 dan YAS selaku Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT WK periode 2010–2014 diduga telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” imbuh Agus.

Ke-14 proyek itu meliputi:

  1. Proyek normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat
  2. Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta
  3. Proyek Bandara Kualanamu, Sumatera Utara
  4. Proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat
  5. Proyek normalisasi Kali Pesanggarahan Paket 1, Jakarta
  6. Proyek PLTA Genyem, Papua
  7. Proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat
  8. Proyek flyover Tubagus Angke, Jakarta
  9. Proyek Flyover Merak-Balaraja, Banten
  10. Proyek Jalan Layang Non-Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta
  11. Proyek JORR seksi W1, Jakarta
  12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali
  13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali
  14. Proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Atas perbuatannya, FR dan YAS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*/ys)