Wednesday, 17 July 2019

Politikus India Dihukum Seumur Hidup

Selasa, 18 Desember 2018 — 1:35 WIB
Sajjan Kumar terlibat kejahatan pada 1984, namun kasusnya baru diputus Pengadilan Tinggi di Delhi pada 2018.

Sajjan Kumar terlibat kejahatan pada 1984, namun kasusnya baru diputus Pengadilan Tinggi di Delhi pada 2018.

INDIA- Politikus dari Partai Kongres di India, Sajjan Kumar, dijatuhi hukuman penjara seumur hari Senin (17/12) setelah dinyatakan bersalah dalam kerusuhan anti-Sikh pada 1984.

Kumar, yang pada 1984 menjabat sebagai anggota parlemen, diputus bersalah memicu massa untuk membunuh pengikut Sikh.

Hakim di Pengadilan Tinggi di Delhi, mengatakan Kumar selama ini “lolos dari proses hukum karena koneksi politik” yang ia miliki.

Lebih dari 3.000 pemeluk Sikh meninggal dunia dalam kerusuhan, yang pecah setelah pembunuhan Perdana Menteri Indira Gandhi, yang pengawalnya adalah orang Sikh.

Pengawal ini marah dengan keputusan PM Gandhi mengirim tentara ke Kuil Emas -tempat yang paling disucikan bagi pemeluk Sikh- untuk membasmi milisi.

Pembunuhan terhadap Gandhi, yang berasal dari Partai Kongres, sekarang partai oposisi utama, membuat massa menyerang dan membunuh anggota komunitas Sikh di berbagai tempat di India.
Yang terburuk, terjadi di Delhi di mana lebih dari 2.700 pemeluk Sikh diyakini tewas.

Bagi Kumar, vonis ini adalah titik balik bagi dirinya setelah selama 34 tahun “seakan-akan hukum berpihak kepadanya”.

Ada beberapa kasus yang secara khusus kuat diduga melibatkan Kumar. Vonis hari Senin (17/12) terkait dengan kasus pembunuhan satu keluarga beranggotakan lima orang di Delhi.

Kumar, 73 tahun, sebelumnya dibebaskan dari dakwaan di pengadilan yang lebih rendah, namun jaksa mengajukan banding dengan alasan Kumar “berkolusi dengan polisi” agar bisa lolos dengan jerat hukum.

Jagdish Kaur, ibu dan istri korban pembunuhan brutal, menggambarkan vonis oleh Pengadilan Tinggi di Delhi sebagai “obat pelipur lara yang mestinya dikeluarkan beberapa dekade lalu”.

“(Tapi) setidaknya seorang sosok penting kini harus mendekam di penjara,” kata Kaur.

Nirpreet Kaur, yang ayahnya dibakar hidup-hidup oleh massa di depan matanya, tak kuasa menahan kegembiraan begitu hakim mengeluarkan keputusan, 34 tahun setelah meninggalnya sang ayah.

Kepada wartawan BBC, Sarbjit Dhaliwal, Kaur mengatakan puas Kumar dihukum seumur hidup karena jika dihukum mati, “proses kematian Kumar akan berlangsung cepat, sementara dengan vonis penjara, ia akan menderita dalam periode yang lama”.
Kumar divonis bersalah setelah beberapa saksi mata menyatakan ia menggerakkan massa di kawasan Sultanpuri di Delhi.

Seorang saksi mengatakan dirinya melihat Kumar berpidato di depan massa, menyatakan bahwa orang-orang Sikh telah membunuhnya “ibunya”, yang mengacu ke Indira Gandhi.

Hakim di Pengadilan Tinggi, S Muralidhar dan Vinod Goel, menyatakan Kumar “mendorong permusuhan dan mengambil tindakan yang bertentangan dengan prinsip harmoni di masyarakat”.

Kedua menggambarkan kasus pembunuhan terhadap pemeluk Sikh sebagai “tragedi kemanusiaan”.

Pengacara Kumar mengatakan pihaknya akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung India. (BBC)