Wednesday, 21 August 2019

Sandi : Bu Sri Mulyani Butuh Pemimpin Seperti Prabowo

Selasa, 18 Desember 2018 — 1:15 WIB
Cawapres Sandiaga Uno. (yendhi)

Cawapres Sandiaga Uno. (yendhi)

JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengaku prihatin atas neraca perdagangan yang mengalami defisit. Hal itu diakui sudah diprediksi oleh Sandi. Dia yakin Menteri Keuangan RI Sri Mulyani sudah mengetahui solusinya hanya membutuhkan dukungan dari pemimpin yang tegas seperti Prabowo Subianto.

“Bu Sri Mulyani sudah tahu (solusi), tapi Bu Sri perlu pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas seperti Pak Prabowo untuk menjalankan, serius,” kata Sandiaga di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Bahkan Sandiaga klaim jika dibawah kepemimpinan Prabowo maka Sri Mulyani akan mampu mengeluarkan kebijakan mengatasi perekonomian Indonesia.

“Kalau Pak Prabowo itu jadi bosnya Bu Sri Mulyani itu reformasi struktural akan jalan karena butuh kepemimpinan yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas tidak gampang diubah-ubah karena tentunya kepentingan – kepentingan yang non struktural dan kepentingan politik tentunya ini yang harus jadi landasan kita,” ungkap Sandiaga.

Dia prediksi rendahnya perekonomian Indonesia karena tidak ada kepastian atau kebijakan yang membuat orang mau berinvestasi dan melakukan kegiatan ekonomi.

“Ini tidak sehat buat ekonomi kita terutama untuk penciptaan lapangan kerja. Jadi kami Prabowo-Sansi fokus pada solusi untuk itu sebenarnya sangat sederhana pendekatannya, revitalisasi industri untuk meningkatkan ekspor kita dan kita lakukan pengetatan pengeluaran penghematan dan kita turunkan impor-impor yang tidak perlu dan kita pastikan investasi ini bisa menciptakan lapangan kerja,” beber Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tidak menampik turunnya neraca perdagangan karena dipengaruhi perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Kendati demikian, Sandiaga berpendapat seharusnya Indonesia tidak terombang-ambing dan bisa mengambil kesempatan untuk membenahi perekonomian.

“Intinya kita harus menari di genderang sendiri jangan kita menari di genderangnya Amerika dan tiongkok. Kita harus bangun kekuatan kita dan ini salah satu kesempatan baik kita memperbaiki internal ekonomi kita dengan melakukan reformasi struktural,” tandas Sandiaga. (Yendhi/b)