Tuesday, 20 August 2019

Sosiolog : e-KTP Tercecer Jadi Indikasi Pesta Demokrasi Terancam

Selasa, 18 Desember 2018 — 14:48 WIB
ilustrasi e-KTP

ilustrasi e-KTP

JAKARTA – Temuan KTP elektronik yang tercecer di Jakarta Timur beberapa waktu lalu, dinilai sebagai indikasi pesta demokrasi yang terancam tercederai dengan kecurangan. Karena itu, peran pemerintah untuk mampu menjaga Pemilu 2019 bebas dari kecurangan, intimidasi dan politik uang, menjadi harga mati.

Pendapat itulah yang disampaikan Sosiolog Musni Umar, yang berharap pemerintah terus menjaga keutuhan ini. Pasalnya ia menilai, permasalahan itu menjadi peringatan dan harus diwaspadai. “Segera selesaikan permasalahan yang muncul dan jangan sampai menjadi bola liar,” katanya, Selasa (18/12/2018).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta ini, teror politik yang terjadi belakangan ini tidak bisa dihentikan. Bahkan, dikhawatirkan keresahan masyarakat semakin meluas dan memuncak pada hari pencoblosan.

“Mari kita jalani demokrasi konstitusional. Mempertahankan kekuasaan atau merubah kekuasan melalui bilik suara. Ini akan menimbulkan ketenangan, kedamaian di masyarakat kalau tidak ada politik uang, politik pemaksaan politik intimidasi dan tidak ada kecurangan,” ungkap Umar.

Meski begitu, Umar meyakini rakyat Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi. Namun jika praktik politik bersih diabaikan, dikhawatirkan emosi rakyat akan tersulut dan menjadi aksi sosial yang merugikan. “Salah satu Solusinya harus melalui pendidikan untuk semua kalangan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sabtu (8/10/2018), sebuah karung berisi ribuan e-KTP ditemukan di area persawahan yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Tak lama berselang, tiga karung berisikan e-KTP kembali ditemukan di areal perkebunan di Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat, pada Selasa (11/12/2018) lalu. (ifand/mb)