Friday, 22 March 2019

Prabowo Cerita Sulitnya Kondisi di Awal-awal Kampanye

Jumat, 21 Desember 2018 — 20:30 WIB
sby-prabowo2(yendhi)

JAKARTA – Calon Presiden (Capres)  Prabowo Subianto mengaku berat ketika mengawali perjuangan memenangkan Pilpres 2019 sebagai lawan petahana karena juga harus menggerakkan mesin partai dalam kondisi ekonomi yang dia sebut sulit.

Hal itu disampaikan Prabowo usai melakukan pertemuan tertutup dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

Selama hampir empat bulan menjalankan proses kampanye, Prabowo mengatakan,  masing-masing partai koalisi Indonesia Adil Makmur mengalami masalah masing-masing. Selain memenangkan Pilpres 2019 juga harus meraih kursi banyak di parlemen dalam Pemilihan Legislatif (Pileg).

“Sehingga bulan-bulan pertama semua partai saya kira Demokrat, PAN, PKS, Gerindra sendiri berusaha menghidupkan kembali mesin kita. Karena kita memang membangun mesin dalam kondisi ekonomi sulit, dalam kondisi bahwa kita tidak berada dalam kekuasaan sehingga tentunya ini merupakan suatu usaha dan perjuangan yang tidak ringan,” kata Prabowo.

Bulan pertama mereka harus sibuk menata dari bawah masing-masing partai sehingga banyak yang berspikulasi bahwa Demokrat dan Gerindra jarang bertemu dalam konteks membahas pemenangan Pilpres.

“Karena kita masing-masing punya kesibukan yang luar biasa. Tapi tim kita ketemu tiap minggu. Para sekjen, wakil sekjen semua bekerja dengan intensif, sangat rukun, kooperatif, dan kita banyak mencapai kemajuan-kemajuan yang cukup, berarti Pak SBY lobi-lobi kita, perjuangan kita juga di Bawaslu, KPU, di mana-mana membuahkan hasil, ada kemajuan,” ujar Prabowo.  (Yendhi/win)