Tuesday, 25 June 2019

Jelang Natal Puluhan PPSU Bersihkan Gereja dan Masjid

Sabtu, 22 Desember 2018 — 0:25 WIB
Petugas PPSU sedang membersihkan Masjid dan Gereja di wilayah Kabayoran Baru. (wandi)

Petugas PPSU sedang membersihkan Masjid dan Gereja di wilayah Kabayoran Baru. (wandi)

JAKARTA – Menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kecamatan Kebayoran Baru dikerahkan untuk membersihkan tempat ibadah. Gerakan Bersih-Bersih Tempat Ibadah (BBTI) ini diharapkan dapat menggugah masyarakat ikut peduli lingkungan.

Pada aksi BBTI ini dua tempat ibadah menjadi sasaran aksi pembersihan yakni di area lingkungan Gereja Santo Yohanes Penginjil di Jalan Melawai Raya, serta area lingkungan Masjid Al Muttaqiin di Jalan Radio IV, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Camat Kebayoran Baru, Aroman Nimbang mengatakan, kegiatan BBTI i merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan suatu tempat ibadah. Kegiatan ini juga untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Saya menilai bahwa perhatian kita terhadap tempat ibadah itu menjadi titik awal sebuah upaya menciptakan masyarakat yang semakin rukun di Jakarta Selatan,” ujar Aroman Nimbang, Jumat (21/12).

Menurutnya gerakan BBTI ini dilakukan juga untuk menyambut hari-hari besar keagamaan, yang terdekat adalah Hari Raya Natal pada 25 Desember 2018. Eventnya mendekati hari besar keagamaan umat kristiani, dengan kondisi bersih tentu akan menambah kekhusukan dalam beribadah.

Ditambahkan oleh Camat beberapa hari ke depan kegiatan ibadah Natal akan dilakukan. Makanya pihaknya bersama puluhan PPSU menggelar aksi bersih-bersih di sekitar Geraja Santo Yohanes Penginjil ini.

“Selain menggelar aksi bersih-bersih di Gereja Santo Yohanes Penginjil, kami juga membersihkan Masjid Al Muttaqiin di Kramat Pela ini. Kami berharap kedepan gerakan ini akan menjalar di lingkungan masyarakat sekitar. Artinya, gerakan BBTI tidak hanya akan berfokus di pemerintah saja, namun masyarakat juga akan tergerak untuk melakukan hal tersebut,”tambahnya.

Sebab kalau tempat ibadah dijaga kebersihannya pasti rumah-rumahnya juga dijaga kebersihannya. Untuk itu dirinya berharap warga yang tinggal di lingkup tempat ibadah peduli terhadap tempat ibadahnya. Kalau sudah peduli terhadap tempat ibadahnya pasti juga dia akan peduli paling tidak dengan rumah dan lingkungannya. (wandi/b)