Wednesday, 24 April 2019

Oknum TNI Terkapar Dihajar di Klub Malam

Minggu, 23 Desember 2018 — 22:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Anggota TNI kembali menjadi korban pengeroyokan. Kali ini terjadi di klub malam di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12) dinihari.

Tiga pengunjung klub membabi buta menghajar Koptu AS, anggota Kodim Jakarta Timur hingga terkapar tak sadarkan diri.

Aksi pengeroyokan ini terekam kamera pengawas CCTV yang kemudian beredar luas di jagat maya. Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik, tidak jelas penyebab kejadian tersebut.

Koptu AS dikeroyok tiga pria saat berdiri di depan kafe. Sebelumnya dia berusaha agar tak terjadi perkelahian. Tapi, seorang pria melayangkan bogem mentah.

Hantaman tangan kiri itu mendarat telak di wajahnya hingga Koptu AS terkapar. Tak berhenti di situ, anggota TNI ini terus dihujani pukulan dan tendangan.

Seorang pria berusaha menolong dengan menghajar lelaki tersebut. Tapi pukulan itu, dibalas dua rekannya lelaki yang menghajar tentara tadi. Hingga video berakhir korban nampak tergeletak di lantai dan tidak sadarkan diri.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pk. 04:00 perkelahian antartamu di Kafe Obama. “Perkelahian biasa. Dalam kejadian tersebut seorang anggota TNI luka-luka,” ujar Indra.

Hanya saja Indra menolak menjelaskan lebih rinci seputar adu jotos berbuntut pengeroyokan tersebut. “Tanya ke TNI, ke kesatuannya,” elaknya.

Sampai saat ini, pelaku pemukulan terhadap Koptu Agus masih terus diburu. Koptu AS masih menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, karena luka yang dialaminya.
“Korban mengalami pendarahan otak dan tidak sadarkan diri,” tambah Indra. Kini Koptu AS dirujuk ke RSPAD Gator Soebroto, Jakart Pusat.

PERSELISIHAN

Dandim 05/04 Jakarta Selatan, Letkol (Arh) Aji Prasteyo Nugroho mengatakan, perkelahian meletus terjadi setelah perselisihan antara korban dengan pelaku. “Bukan pengeroyokan. Hanya perselisihan,” ucapnya.

Pihaknya belum bisa memastikan motif yang menjadi pemicu perselisihan itu. “Dugaan kami dipicu masalahan pribadi. Tak ada hubungannya dengan institusi,” ungkapnya.

Letkol Aji mengatakan, bila melibatkan oknum anggota, maka akan diselidiki POM TNI. Dia berharap, baik anggota maupun masyarakat tak terpancing dan menahan diri dengan isu yang berkembang seolah Koptu AS jadi korban pengeroyokan. (iw/st)