Saturday, 21 September 2019

Khawatir Tsunami Susulan

Pantai Anyer Diprediksi Sepi di Malam Pergantian Tahun

Rabu, 26 Desember 2018 — 11:55 WIB
Kerusakan akibat tsunami  di Selat Sunda. (ist)

Kerusakan akibat tsunami di Selat Sunda. (ist)

SERANG – Tsunami dahsyat yang memporakporandakan kawasan wisata di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, menimbulkan ketakutan terhadap wisatawan.

Satu persatu, pembatalan pemesanan terhadap kamar hotel maupun villa dilakukan oleh mereka yang sebelumnya berencana merayakan malam pergantian tahun di Anyer.

Peringatan ancaman tsunami susulan yang diakibatkan letusan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda yang dikeluarkan BMKG menjadi alasan wisatawan enggan datang ke Pantai Anyer.

“Memang tidak bisa dipungkiri, bencana tsunami yang terjadi di wilayah Pandeglang berpengaruh besar terhadap wisatawan. Seluruh wisatawan yang telah booking untuk libur tahun baru telah merubah tanggal kunjungannya,” ujar General Manager Pisita Cottage dihubungi Poskotanews.com, Rabu (26/12/2018).

Menurut Hardomo, belum adanya alat deteksi tsunami yang diakibatkan aktifitas vulaknik yang diungkapkan Kepala BMKG, menjadi alasan utama para wisatawan membatalkan kunjungannya. Kepala BMKG juga mengimbau masyarakat dan wisatawan menjauh dari pesisir pantai dalam radius 500 meter.

“Wisatawan sepertinya menunggu lampu hijau dari BMKG. Kalau sudah ada kepastian aman, wisatawan mungkin berani berkunjung,” kata Hardomo.

Meski wisatawan membatalkan kunjungannya, kata Hardomo, akitifitas pesta tahun baru di Pisita Cottage tetap berlangsung. Penasehat PHRI Kabupaten Serang meyakini kawasan wisata Pantai Anyer aman dari aktifitas Anak Gunung Krakatau karena jaraknya cukup jauh.

“Kalau melihat bencana kemarin, gelombang tsunami tidak berdampak pada kawasan wisata Pantai Anyer. Di sini (Anyer, red) justru baik-baik saja, yang kena di luar Anyer,” kata Hardomo.

Senada dikatakan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, menyatakan pasca tsunami kawasan wisata Pantai Anyer masih dibuka untuk wisatawan saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019. Namun demikian, wilayah yang dibuka untuk wisatawan cukup terbatas yakni tidak memasuki kawasan Cinangka. Sebab, wilayah Cinangka dalam keadaan rusak

“Untuk wisata di Anyer masih dibuka, karena Anyer tidak terdampak cukup besar. Kalau di Cinangka kita tutup dulu karena kondisinya rusak, hotel juga banyak yang rusak, tapi kalau di Anyer bisa dikunjungi wistawan,” ujar Tatu.

Namun demikian, meski tak menutup kawasan wisata Anyer, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) demi keamanan wisatawan. “Tapi untuk lebih lanjutnya kita menunggu instruksi dari BMKG, karena sekarangkan sedang dipantau juga,” ucapnya.(haryono/mb)