Tuesday, 25 June 2019

Flyover Rawa Buaya Cengkareng yang Retak Diperbaiki, Arus Lalulintas Macet

Kamis, 27 Desember 2018 — 18:34 WIB
Plt Kasieops Sudinhub Jakbar, Afandi Nofrisal bersama pihak kepolisian mengecek kondisi FO Rawa Buaya Cengkareng, Kamis (27/12/2018). (Rachmi)

Plt Kasieops Sudinhub Jakbar, Afandi Nofrisal bersama pihak kepolisian mengecek kondisi FO Rawa Buaya Cengkareng, Kamis (27/12/2018). (Rachmi)

JAKARTA – Sehari pasca-insiden ‘retak’, besi salah satu tiang penyangga flyover (FO) Rawa Buaya arah kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, sudah nampak berdiri, Kamis (27/12/2018). Di atas jalan tersebut beberapa pekerja memperbaiki pot bearing yang rusak karena termakan usia.

Sejak Rabu (26/12/2018) malam petugas Suku Dinas Perhubungan Jakbar menutup Flyover Rawa Buaya, selama perbaikan berlangsung. Untuk itu petugas memasang 10 Moverable Concrete Barrier (MCB) agar kendaraan tidak melintas.

Tak urung, penutupan ini menyebabkan kemacetan di jalur bawah, tepatnya di perempatan Cengkareng . Adapun kendaraan yang menuju ke Kapuk dialihkan di jalur bawah selama perbaikan FO.

Kasudin Bina Marga Jakbar, Riswan Efendi mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait dan Kementerian PU telah membahas rencana perbaikan port bearing di FO Rawa Buaya pada bulan Agustus 2018. Kondisi pot bearing harus diganti karena usia konstruksi jalan layang tersebut berkisar 10 tahun.

penyangga

Besi penyangga dipasang untuk memperbaiki pot bearing yang jadul di FO Rawa Buaya Cengkareng, Jakbar. (Rachmi)

“Tidak ada keretakan konstruksi fisik atau pergeseran, tapi karena pot bearingnya yang memang harus diganti,” jelas Riswan.

Menurut Riswan, perbaikan port bearing FO Rawa Buaya diperkirakan berkisar 10 hari oleh Kementerian PU.

Walikota Jakbar, Rustam Effendi menambahkan, pihaknya mengerahkan personil Satpol PP dan Dishub untuk mengatur arus lalu lintas selama berlangsungnya perbaikan kontruksi FO Rawa Buaya.

“Selama perbaikan FO Rawa Buaya berlangsung, praktis FO ditutup sementara. Kondisi ini mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas yang harus diantisipasi dengan menyiagakan personil agar tidak menyebabkan kemacetan parah,” pungkasnya. (Rachmi/b)