Sunday, 25 August 2019

Kasus Mafia Bola, Polisi Sudah Periksa 11 Saksi

Kamis, 27 Desember 2018 — 19:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.(ikbal)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.(ikbal)

JAKARTA – Sebanyak 11 saksi  telah diperiksa guna mendalami kasus pengaturan skor pada Liga 3 Jawa Tengah.

Diketahui penangkapan ini berawal dari laporan LI yang mengaku ada yang menyimpang dalam kegiatan persepakbolaan Liga 3 dan Liga 2 di Jawa Tengah.

Berangkat dari laporan tersebut, Polda Metro Jaya dan tim Satgas Anti Mafia Bola pun mulai melakukan penyelidikan. Selanjutnya, sejumlah saksi pun diperiksa guna mendalami laporan tersebut.

“Ada sekitar 11 saksi yang sudah kita periksa. Kemudian tanggal 24 Desember dari keterangan keterangan saksi itu, penyidik melakukan gelar perkara. Gelar perkara untuk mekanisme untuk menentukan naik sidik,” ujar Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018).

Setelah naik ke penyidikan, tim mulai bergerak ke Semarang. Ternyata pada 24 Desember tersebut, penyidik berhasil menangkap dua tersangka di dua kota yang berbeda di Jawa Tengah.

“Jadi kita menangkap berinisial P di Semarang. Kemudian penyidik juga menangka P di daerah Pati. Kemudian untuk tersangka P ini kita titipkan di Polda Jawa Tengah saat ini,” terangnya.

“Tersangka A ini sudah diterbangkan ke Jakarta. Kemudian, untuk nanti juga tersangka P akan dibawa ke Jakarta,” imbuhnya.

Sementara itu tersangka Johar Lin Eng ditangkap di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (27/12/2018) pukul 10.12 WIB. Pesawat dengan tujuan Solo – Jakarta tiba di Bandara Halim sekitar pukul 09.55 WIB, tak lama berselang, tersangka pun ditangkap.

(Baca: Tersangka Mafia Bola Gunakan Identitas Palsu Saat Naik Pesawat)

Kini, Johar masih berada di Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. “Saat ini pelaku J sedang dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Jadi kita sedang mendalami dari tersangka J ini perannya apa, kemudian motifnya apa, kemudian hubungannya dengan pelaku lain seperti apa. Begitu pun dengan P dan A,” pungkas Argo.

Argo mengungkapkan, para tersangka akan dikenakan Pasal 378, 372, dan 209 KUHP tentang penipuan, penggelapan, dan suap dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. (cw2/b)