Wednesday, 19 June 2019

Kasus Novel Kapan Berakhir?

Sabtu, 29 Desember 2018 — 4:38 WIB

SUDAH 20 bulan kasus Novel Baswedan berjalan hingga kini belum menemukan titik terang. Siapa pelaku penyiram air keras terhadap penyidik senior KPK ini, masih menjadi misteri.
Sejauh ini penyidik menyebutkan minimnya alat bukti di tempat kejadian menjadi salah satu penyebab lambannya pengungkapan kasus yang menarik perhatian publik.

Sekadar mengingatkan, Novel diserang dua orang tak dikenal pada 11 April 2017 saat pulang salat Subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya. Salah satu penyerang menyiramkan air keras mengenai kedua mata Novel. Mata kiri Novel mengalami kerusakan 95 persen. Ia dirawat di Singapura. Pulang 22 Februari 2018 dan kembali aktif  di KPK hingga kini.

Wadah Pegawai (WP) KPK telah melakukan berbagai upaya, termasuk mendesak pemerintah agar kasus Novel segera dituntaskan. Namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Tak hanya kalangan internal KPK, banyak pihak tentu menghendaki agar kasus ini segera terungkap sehingga tidak menimbulkan multitafsir.

Ini menjadi penting mengingat jauh sebelum kasus penyiraman air keras, Novel sering mendapatkan teror. Masyarakat berasumsi Novel sering mendapat perlakuan semacam itu karena kegigihannya membongkar kasus mega korupsi.Cukup banyak kasus besar yang melibatkan pejabat publik diungkapnya.

Kita memang tidak bisa menduga- duga siapa pelaku di balik penyiraman air keras yang membuat cedera penglihatan Novel. Kita tidak bisa juga tergesa –gesa mengkaitkan dengan kasus korupsi yang sedang dan akan disingkap Novel.

Logika politik dan hukum boleh jadi mengarah ke sana, tetapi fakta hukum yang akan berbicara. Hasil penyidikan yang dapat menguak fakta dan latar belakangnya.

Harapan publik tentu tertuju kepada Polda Metro Jaya yang mengusut kasus tersebut. Kami meyakini penyidik tidak abai terhadap kasus ini seperti dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz bahwa pihaknya tetap tegas dan komit untuk  terus mengusut penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“ Ini utang yang harus kami kerjakan,” ujarnya dalam jumpa pers akhir tahun  di Polda Metro Jaya, Jumat (28/12/2018).

Kami mengapresiasi sikap tegas Kapolda Metro Jaya dalam merespons kasus ini, apalagi dinilainya sebagai utang yang tentunya harus dibayar. Jika dianalogikan, kini proses pembayaran utang sedang dilakukan.

Kami, tentu publik pun menunggu utang segera dibayar “lunas”.
Jika terlalu lama menunggak utang bisa berdampak kurang baik, lebih – lebih di tahun politik sekarang ini bisa memunculkan beragam tafsir. (*).