Wednesday, 26 June 2019

Jadikan 2019 Tahun Optimistis

Senin, 31 Desember 2018 — 8:02 WIB

HARI ini ujung tahun 2018. Menyambut pergantian tahun, seperti biasanya aneka hiburan digelar di mana-mana baik oleh Pemprov DKI Jakarta maupun warga ibukota.

Berkonsep Car Free Night, pada perayaan malam Tahun Baru itu sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman menyediakan lima panggung hiburan. Sederet artis kondang ibukota dan berbagai genre musik disajikan.

Di kawasan Monas, Jakarta Pusat, ustadz kondang Aa Gym juga dijadwalkan memberikan tausyiah. Di sana juga ada khitanan massal dan di Jalan MH Thamrin ada ratusan pasang nikah massal.

Menyukseskan acara malam Tahun Baru 2019, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menutup 16 ruas jalan menuju ke Jalan MH Thamrin-Sudirman. Bukan itu saja, 30 gedung di sekitar lokasi telah disiapkan sebagai kantong parkir.

Sajian hiburan juga digelar di Jalan Benjamin Sueb Kemayoran, Taman Ismail Marzuki (TIM), Situ Babakan, Kemang Raya, Kuningan Epicentrum dan Ragunan, Kawasan Kota Tua, Mangga Besar, Kawasan Danau Sunter, Kelapa Gading, Ancol, Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan lokasi lainnya.

Sebagai pijakan menatap 2019, tidak ada salahnya bila semua pihak menengok perjalanan 2018. Pada tahun anjing tanah itu, berbagai potret buram muncul di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Soal kriminalitas, misalnya. Catatan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis setiap 16 menit 27 detik di wilayah Jakarta dan sekitarnya setidaknya ada satu kejahatan. Adapun jumlah kejahatan pada 2018, sesuai dengan data tercatat 32.301 kasus.

Persoaan lain yang masih membekap warga Jakarta tentu saja menyangkut kemacetan. Meski beberapa terobosan sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, tetapi kemacetan tetap saja menjadi problem klasik kota megapolitan ini.

Penyerapan anggaran yang memble juga menjadi persoalan Pemprov DKI Jakarta. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD DKI Jakarta) 2018 sebesar Rp83 triliun, ternyata lebih dari Rp8 triliun tak terserap. Dampaknya pembangunan tidak maksimal.

Belum lagi seputar kursi wakil gubernur (wagub) yang sudah empat bulan lebih dibiarkan kosong melompong juga menjadikan roda pemerintahan Pemprov DKI Jakarta tersendat. Dengan tidak adanya wagub, pelayanan terhadap masyarakat menjadi pincang.

Besok 2019 segera datang. Pada tahun babi tanah ini publik berharap sederet persoalan klasik seperti kemacetan, banjir, sampah, air bersih, pengangguran, kriminalitas dan problem lainnya bisa teratasi.

Tak kalah penting di tahun politik ini, situasi Jakarta diharapkan tetap kondusif. Isilah 2019 dengan kerja keras berbalur doa, sehingga selalu berkah. Dan jadikanlah 2019 tahun penuh optimistis. @*