Sunday, 15 September 2019

Sandiaga Janji Bangun Industri Pengolahan Rumput Laut

Jumat, 4 Januari 2019 — 11:40 WIB
Sandi Uno di Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. (ist)

Sandi Uno di Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. (ist)

TARAKAN – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, berjanji membangun industri pengolahan rumput laut agar dapat meningkatkan keuntungan lebih bagi para petani rumput laut di Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (4/1/2019).

Tidak hanya membangun industri pengolahan rumput laut, Sandiaga juga berjanji memberikan pendampingan, pemasaran serta permodalan untuk para petani sehingga punya daya saing, tidak hanya panen, menjemur lalu dijual, tanpa ada nilai tambah.

Apa yang aka dia lakukan, lanjut Sandiaga, merupakan langkah perubahan dari apa yang dilakukan pemerintahan saat ini. Jika diberikan kepercayaan menjadi pasangan presiden dan wakil presiden pada 2019, Prabowo-Sandi akan fokus pada ekonomi rakyat.

“Karena 99 persen jumlah usaha masyarakat Indonesia, adalah pengusaha kecil dan menengah, termasuk pelaku budidaya rumput laut ini,” papar Sandiaga.

Sukirman, petani rumput lain di Pantai Amal, ketika bertemu Sandiaga sempat mengeluhkan harga jual komoditi tersebut Menurut Sukirman, harga rumput laut jarang sekali menguntungkan petani.

“Naik paling tinggi dua ratus rupiah Pak, tapi kalau turun sampai seribu rupiah. Belum lagi alat-alat untuk budidaya rumput laut, seperti tali. Jadi harga produksi dengan harga jual kadang sangat tidak masuk,” jelas Sukirman.

Hal lain yang membuat ekonomi para petani budidaya rumput laut jalan di tempat, adalah belum adanya industri pengolahan untuk bahan baku yang bisa menjadi produk turunan kosmetik, pangan, tisu, saus, dan tekstil ini. Petani Rumput laut Pantai Amal, hanya menjual bahan mentah ke Surabaya atau Makasar, untuk diolah.

Sementara Ibu Euis, perempuan asal Garut yang tinggal di Tarakan sejak tahun 1979 ini, mengeluhkan angkutan komoditas rumput laut yang sudah diolahnya menjadi sabun dan kosmetik.

“Loh bukannya sudah dijanjikan tol laut. Kan janjinya mau dibikinin Tol Laut. Sudah ada belum tol laut?,” tanya Sandiaga. “Belum,” jawab para petani dan pelaku bisnis rumput laut.

“Janji itu harus di wujudkan. Insya Allah kami janji akan hadir dengan para petani, nelayan dan seluruh masyarakat Indonesia, untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Sandiaga. (yendhi/yp)