Monday, 18 March 2019

7 Tahun Hanya Digantung, Bini Tua Yang Kena Racun

Minggu, 6 Januari 2019 — 17:34 WIB
diracun

JENGKEL betul Wayan Supadmi, 30, sebagai istri kedua Made Tantra, 50, warga Tabanan (Bali). Sudah 7 tahun tak kunjung wiwaha (nikah resmi) gara-gara suaminya PNS. Merasa hanya digantung tanpa kejelasan, Wayan mencoba meracun suaminya, tapi yang kena malah istri pertama Made Tantra, untung tak sampai wasalam.

PNS dilarang poligami, karena ada PP-10 tahun 1981 yang mengaturnya. Kenapa PNS atau ASN (Aparatur Sipil Negara), karena pegawai negeri itu rata-rata bergaji kecil. Bini satu saja bikin repot, apa lagi poligami pastilah ekonomi kedodoran. Agar nikmat iman berbanding lurus dengan nikmat seks, banyak juga yang mengakali PP tersebut dengan kawin siri.

Made Tantra warga Tabanan Bali, agaknya termasuk oknum PNS yang mencoba mengakali PP No. 10 tahun 1981 itu. Mau kawin kedua kalinya secara terang-terangan takut dipecat, tapi tak menikahi gadis yang diincarnya juga merasa rugi besar. Maka jalan aman pun ditempuhnya, yakni menikah tidak resmi yang dalam Islam disebut siri.

Ternyata Wayan Supadmi tak keberatan, karena kala itu berpendapat, dengan nikah siri ibarat SIM merupakan SIM sementara. Tak sah dari kacamata negara, tapi sah secara agama. Ibarat kendaraan, sudah sah dikendarai, meski tak ada nopol dan STNK-nya. Mau ngebut atau main klakson tet tooot, tet tooot tiap hari tak ada yang melarang.

Namun dalam prakteknya, jadi korban kawin siri itu tidak nyaman. Ada apa-apa yang diutamakan istri pertama, bini kedua hanya jadi pelengkap penderita. Begitu pula amplop gaji, semua full untuk bini pertama. Wayan Supadmi hanya dapat uang dari tangan suami, bukan ambil sendiri pakai kartu ATM setebal tempe mendoan.

Wayan pernah menagih pada suaminya, kapan diwiwaha? Tapi jawab Made Tantra muter-muter tidak jelas, macam Timses Capres dalam talk show di TV swasta. Sampai 7 tahun perkawinan, nasib Wayan Supadmi tetap digantung, tapi selalu diajak masuk dalam sarung.

Sampai akhir tahun 2018 kemarin, stok kesabaran Wayan Supadmi habis. Kini dia jadi berubah sikap, dari jengkel menjadi antipati bahkan ingin membunuh suaminya tersebut. Pertimbangannya, biar sama-sama jadi jandalah.

Untuk melaksanakan aksi jahatnya, diam-diam dia beli racun tikus, lalu dimasukkan ke dalam air mineral galonan. Teori Wayan, begitu Made Tantra minum air dalam dispenser tersebut, pasti langsung klepeg-klepeg dijemput ajal. Habis itu dia bebas bisa kawin lagi dengan orang biasa atau Caleg yang kini sedang musimnya.

Tapi sial, perhitungan Wayan Supadmi meleset total. Yang pertama kali minum air mineral galonan itu justru istri pertama suaminya, Nengah Sukreni, 45. Langsung dia klepeg-klepeg dengan keluhan perut serasa terbakar. Untung saja berkat pertolongan cepat pihak Rumah Sakit, nyawa Nengah bisa diselamatkan.

Polisi segera mengadakan penyelidikan. Hasilnya, hanya dalam tempo jam-jaman  sudah menemukan pelakunya. Dalam pemeriksaan Wayan Supadmi mengakui tega mau racuni suami karena dendam ditelantarkan sebagai istri. “Tujuh tahun saya digantung, tanpa nikah resmi. Capek, kan jadinya?” kata Wayan Supadmi buka kartu.

Kalau capek kan bisa istirahat, kenapa repot? (*/Gunarso TS)