Monday, 21 January 2019

Tukang Kunci Berani Berbuat Resikonya ya Berani Minggat

Minggu, 6 Januari 2019 — 8:23 WIB
keponakan

JADI tukang kunci keliling, Ngadiyun, 40, ternyata tak bisa jaga “anak kunci” milik sendiri. Melihat ponakan sendiri, Nunik, 18, nafsunya tak terkendali. ABG itu pun digauli sampai hamil 3 bulan. Begitu dilaporkan istri ke polisi, Ngadiyun langsung kabur, sebab prinsipnya: berani berbuat ya berani minggat!

Nikmat sering mengalahkan amanat. Ini banyak terjadi ketika setan sudah jadi panglima dalam hatinya. Pejabat ditugasi menyalurkan dana hibah, eh minta bagian dengan alasan talang harus basah. Contoh kasus sejumlah pejabat di Kemenpora. Mereka ditangkap KPK belum lama ini, gara-gara ikut bermain dana hibah untuk KONI. Sebab prinsipnya, jadi talang harus basah dong.

Sosok manusia lupa amanat demi mengejar nikmat, salah satunya adalah Ngadiyun, warga Paron Ngawi (Jatim). Di rumah dia dapat amanat erawat bayi Nunik hingga dewasa. Ee, belum sampai dewasa, baru sampai ABG itu bocah, Ngadiyun sudah kemasukan setan. Gadis itu dicabulinya sampai hamil 3 bulan.

Pekerjaan Ngadiyun sehari-hari adalah tukang kunci panggilan. Dia bisa melayani servis kunci ke mana-mana hanya dengan modal HP. Bandrek-membandrek kunci, adalah keahliannya. Tapi syukur alhamdulillah, meski punya skill seperti itu belum pernah ada maling meneken MOU dengan Ngadiyun untuk mengajak kerjasama.

Sayangnya, meski Ngadiyun ini pakar perkuncian, tapi dia sendiri tak mampu menjaga “anak kunci” miliknya. Belakangan ketika melihat Nunik anak asuh yang sekaligus keponakannya nampak mulai gede dan semlohai, otaknya jadi ngeres. Dia ingin”test drive” dengan gadis ABG itu. “Sebagai alumni setan, jangan bicara moral di sini. Biar ponakan, ya harus disikat,” begitu kata setan melihat Ngadiyun nampak ragu pada awalnya.

Demikianlah, di kala istri tak ada di rumah, Ngadiyun mulai melancarkan aksinya. Awalnya Nunik menolak. Tapi berkat keuletannya, disvestasi 51 persen saham asmara itu berhasil dikuasainya. Sejak itu asal rumah kosong, Ngadiyun selalu melampiaskan nafsunya pada ponakan sendiri.

Sekali waktu istri Ngadiyun memergoki bagaimana saat Ngadiyun menggauli ponakan sendiri. Langsung paman celamitan itu melorot dari ranjang, pakai baju sampai terbalik-balik kancingnya. Diomeli istri Ngadiyun hanya diam saja, sebab sang istri memang ngarani waton nyata (menuduh asal ada bukti).

Takut terjadi apa-apa istri Ngadiyun membawa Nunik ke dokter kebidanan. Apa lacur, ABG itu memang kadung hamil 3 bulan. Makin marah saja Ny. Ngadiyun, sehingga suaminya dilaporkan ke polisi. Tapi karena paman celamitan ini mengacu prinsip “berani berbuat berani minggat”, begitu dilaporkan istri ke polisi Ngadiyun langsung kabur-kaburan.

Tapi polisi tak kekurangan akal. Dengan menyamar konsumen yang kunci di rumahnya macet, Ngadiyun mendatangi rumah pelanggan barunya tersebut. Tapi sial dangkalan, begitu masuk rumah dia sudah disiapkan borgol dan langsung ditangkap. Dalam pemeriksaan Ngadiyun mengakui, tak tahan melihat bodi Nunik yang semakin menjanjikan itu. “Nikmatnya sampai sedotan terakhir Pak!” kata Ngadiyun.

Sampeyan itu tukang kunci atau tukang gali pompa air? (*/Gunarso TS)