Saturday, 17 August 2019

Empat Begal Motor Diringkus Tim Vipers

Selasa, 8 Januari 2019 — 14:44 WIB
Empat pelaku begal bersenjatakan clurit yang berhasil diamankan Polres Tangsel.  (anton)

Empat pelaku begal bersenjatakan clurit yang berhasil diamankan Polres Tangsel. (anton)

TANGSEL –  Empat pelaku begal sepeda motor dua diantaranya anak baru gede (ABG) di kawasan Ciputat,  diringkus tim vipers Polsek Ciputat dan Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat beraksi, pelaku menggunakan senjata tajam jenis clurit. Mereka selalu mengintai korban pengendara sepeda motor yang kebanyakan kalangan remaja.

“Korban kemudian  dicegat ditengah jalan dan ditakut takuti atau diancam dengan clurit. Setelah berhasil, motor hasil rampasan lalu dijual melalui media sosial (medsos), “  kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)  Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim setempat AKP Alexander Yurikho,  Selasa (8/1/2019).

Aksi empat kelompok begal dengan senjata tajam jenis clurit yaitu Didit Rival Mulyadi (19), dan Augi Katami (20), serta dua ABG yaitu T (17), dan TR alias R (17), sangat meresahkan warga sekitar.  Mereka memang telah diintai petugas sejak lama karena aksi nekat melakukan begal sepeda motor di pinggir jalan.

Menurut AKBP Ferdy Irawan,  ke empat pelaku yang semuanya warga Ciputat akhirnya ditangkap saat salah satu korban begal yaitu RH (17), warga Pondok Aren melaporkan aksinya di Jl. Raya Cendrawasih, Kel.  Sawah Baru,  Ciputat ke petugas kepolisiian.

Mereka membagi peran Didit dan Augi yang membawa senjata tajam untuk menakuti korban dan T serta R yang membawa kabur motor saat motor ditinggal kabur korban.

Motor hasil rampasan milik korban kemudian dipretelin atau dilepas dan dijual melalui medsos dengan harga Rp 1,5 juta. Aksinya terhenti setelah petugas menangkap otak komplotan yaitu Didit di rumahnya kemudian secara berturut turut menangkap pelaku Auki dan dua ABG yaitu T serta R berikut barang bukti sepeda motor yang masih utuh dan beberapa barang motir yang dipretelin atau dilepas.

Terkait pelaku dibawah umur, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan akan berkoordinasi dengan P2TP2A dan pengacara anak untuk menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.

“Selanjutnya akan mengambil keterangan anak sebagai tersangka dengan didampingi petugas Bapas, P2TP2A Kota Tangerang Selatan dan pengacara anak serta orang tua anak. Serta melakukan koordinasi Satker lain terkait kemungkinan terdapat TKP lain,” ujarnya.  Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (anton/tri)