Sunday, 21 July 2019

Kontingen SEA Games 2019, Indonesia Didominasi Atlet Muda

Selasa, 8 Januari 2019 — 12:11 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. (ist)

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. (ist)

JAKARTA – Meski sempat melahirkan pro dan kontra, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi tetap pada pendirian bahwa kontingen Merah-Putih untuk Asian Games 2019 harus didominasi oleh para atlet muda. Hal itu kembali ditegaskan Imam usai memberikan arahan bersama para pimpinan KONI, KOI, dan sejumlah induk-induk cabang olahraga (PB/PP) di kantornya, Senin (7/1/2019).

Dalam pertemuan yang membahas persiapan Pelatnas dan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional tersebut, aebanyak 60 persen kontingen Merah-Putih bakal diisi para atlet junior. Sementara 40 persen sisanya, merupakan para atlet-atlet senior.

Komposisi sebenarnya sempat dilontarkan oleh Imam pada 2018 lalu dan menuai pro dan kontra. Namun Imam tetap pada pendiriannya dan tidak akan mengubah komposisi tersebut.

“Karena ini untuk memberikan suasana keunggulan dan kompetisi yang lebih baik lagi bagi atlet junior. SEA Games tidak lagi menjadi patokan bagi Indonesia untuk juara atau menempati peringkat. SEA Games adalah batu loncatan bagi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade,” jelas Imam

Menanggapi alasan para atlet muda yang harus mendominasi kontingen Merah-Putih pada SEA Games yang akan digelar di Manila, Filipina pada 30 November – 10 Desember 2019 mendatang tersebut.

Meski demikian, Imam tidak akan memberikan sanksi kepada induk-induk cabor yang tidak menjalankan anjuran Kemenpora, terkait dominasi para atlet muda di SEA Games 2019 mendatang.

“Yang terpenting, bagaimana pelatnas segera berjalan. Saya minta Komite Olimpiade Indonesia untuk melakukan klasifikasi itu. Setelah penetapan Surat Keputusan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional akan diketahui tingkatan atlet internasional, atlet regional, dan atlet nasional, karena ada catatan mereka meraih gelar juara di mana,” ujar Imam.

Lebih lanjut, Imam juga memiliki pertimbangan agar atlet dan cabor bisa berfokus mencari poin ke Olimpiade 2020 Tokyo. Alasannya, pengumpulan poin ke Tokyo sudah dimulai tahun ini.

Lagipula, anggaran pelatnas tahun ini menurun ketimbang tahun lalu. Jika tahun lalu APBN menyiapkan dana Rp735 miliar kini menjadi Rp500 miliar. Namun Imam berharap anggaran itu juga bisa difokuskan untuk membiayai nomor-nomor pertandingan potensial medali pada Olimpiade 2020.

Menurutnya,hingga saat ini baru 30 persen cabor yang mengajukan proposal untuk agenda tahun 2019. Dia meminta agar induk-induk cabor bisa segera menyusun dan menyerahkan proposal. “Kita harus melihat proposal yang diajukan terlebih dahulu sebelum mencairakan anggaran. Ini akan menjadi kesempatan untuk nomor-nomor unggulan Indonesia menuju Olimpiade, karena terbiayai dengan baik dan dapat mengikuti sejumlah uji coba ke luar negeri,” tuntasnya. (junius/yp)