Saturday, 20 July 2019

OTT Pembuang Sampah

Selasa, 8 Januari 2019 — 4:35 WIB

SAMPAH menjadi salah satu persoalan krusial di Ibukota. Sehari produksi sampah di Jakarta minimal 7.000 ton, belum lagi yang bertebaran di titik-titik yang luput dari jangkauan petugas, seperti di kolong tol, selokan maupun di sungai.

Persoalan sampah, tidak bisa hanya dipandang dari aspek teknis saja karena menyangkut pula persoalan sosial. Kebiasaan buruk masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan, menjadi salah satu penyumpang makin ruwetnya masalah sampah.

Seperti pemandangan yang terlihat di kolong Tol Tanjung Priok, tepatnya di kawasan Keluarahan Sungai Bambu, Senin (7/1/2018). Sampah menggunung di kolong jalan bebas hambatan tersebut. Menggunungnya limbah kotoran rumah tangga selain membuat tempat tersebut kumuh, kesehatan warga sekitar juga terancam.

Bukan kali ini saja kolong Tol Priok dijadikan tempat pembuangan sampah. Tahun lalu, publik juga dibuat jengah melihat gunungan aneka sampah. Mulai dari aneka plastik, bekas alat rumah tangga, hingga kasur bekas dibuang begitu saja di tempat tersebut. Sampah menahun tersebut diangkut dan dibersihkan petugas, namun kini menumpuk lagi.

Berulangnya warga membuang sampah di kolong tol, membuktikan pengawasan aparat lemah serta kesadaran masyarakat rendah. Berton-ton sampah yang mengotori sungai, selokan, ditumpuk begitu saja di tempat sembarangan, bukan hanya membuat kumuh serta menebar bibit penyakit, tapi juga memicu banjir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah lama menggencarkan kampanye bersih lingkungan. Langkah hukum juga diberlakukan. Di berbagai sudut kota hingga ke gang-gang, terpasang spanduk ‘buang sampah sembarangan didenda Rp500 ribu’. Denda Rp500 ribu dikenakan bagi individu sedangkan bagi perusahaan Rp10 juta. Mereka dijerat Perda Nomor 3 Tahun 2013.

Operasi tangkap tangan (OTT) serta sidang tipiring juga kerap digelar petugas. Tahun 2016 lalu sekitar 1.000 warga menjalani sidang tipiring dan denda yang terkumpul mencapai Rp701 juta. Sedangkan tahun 2017 denda terkumpul sekitar Rp61 juta. Meski ancaman denda cukup tinggi, masih saja ada warga yang tak patuh aturan dan tak peduli kepersihan lingkungan. Agaknya membangun kesadaran warga masih harus dengan cara memaksa. Gencarkan lagi OTT supaya ada efek jera.**